Dapatkan Pelayanan Terbaik, Suami Istri Ini Kompak Serukan Manfaat JKN-KIS

Penulis : Humas Dibaca : 639 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 18 Mar 2019 08:30:19

 

Sukabumi (18/03/2019) - Entah bagaimana rasanya jika seorang suami harus menjalani rawat inap di waktu yang sama ketika istrinya sedang berjuang melahirkan buah hati. Itu yang dirasakan oleh Gandar Pratama Ramadan (32), peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) asal Desa Cipurut Kecamatan Cireunghas Kabupaten Sukabumi. Ia berbagi ceritanya kepada tim Jamkesnews, Rabu (13/03).

 

Bermula di satu malam pertengahan tahun 2018 lalu, Gandar merasakan sesak yang teramat sakit di bagian dada. Ditemani keluarga dekat serta istrinya yang sedang hamil besar Gandar segera ke Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan secepatnya.

 

“Alhamdulillah dari awal saya masuk UGD tidak mengkhawatirkan administrasi, istri saya cukup menunjukkan kartu JKN-KIS dan pelayanan yang saya dapatkan cepat sesuai kondisi saya saat itu,” ujar Gandar.

 

Setelah melewati observasi dokter di UGD ternyata masalahanya ada di jantung dan Gandar harus menjalani rawat inap. Mencoba untuk tenang dalam kondisi sakit tetap Gandar lakoni karena ia tidak mau membuat istrinya tersebut kalut. Apalagi mengingat kondisi sang istri yang sedang menghitung hari menunggu lahirnya putra kedua mereka.

 

“Nyesek-nya dua kali lipat. Sakit fisik sudah pasti, ditambah ingat istri lagi hamil. Khawatir saya tidak bisa menemani saat lahiran nanti,” ungkap Gandar.

 

Hal ini diketahui oleh istrinya, Santi Susanti (33), tetapi sama seperti suaminya tersebut Ia berupaya untuk tidak cemas dan turut memberikan semangat agar Gandar segera pulih. Setelah memastikan suaminya nyaman beristrahat di bawah pengawasan petugas rumah sakit. Santi pun pulang untuk beristirahat.

 

Ternyata hari kedua Gandar di rumah sakit, Santi merasakan tanda-tanda akan melahirkan. Ia memilih untuk melahirkan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat keluarganya terdaftar yaitu Puskesmas Cireunghas. Sesuai dengan yang diharapkan, pelayanan persalinan dengan menggunakan JKN-KIS ia rasakan sangat baik dan memuaskan. Tidak memakan waktu lama, pelayanannya pun cepat dengan petugasnya yang ramah melayani.

 

“Syukur alhamdulillah, saya sudah tidak bisa bilang apa-apa lagi, sangat terharu pasti. Saat kondisi saya yang tidak bisa menemani langsung, istri melahirkan dengan selamat. Selain keluarga ada JKN-KIS juga yang siaga mendampingi kami, dan tidak ada biaya yang harus kami keluarkan, semuanya terjamin oleh JKN-KIS,” tambah Gandar.

 

Mengingat pengalamannya tersebut Gandar dan Santi sangat berterima kasih kepada sesama peserta JKN-KIS yang selalu rutin membayar iuran setiap bulannya. Karena dengan iuran tersebut dapat membantu peserta lain yang membutuhkan. Tidak lupa Gandar juga mengajak masyarakat lain yang masih ragu akan manfaat JKN-KIS untuk menepis keraguan dan turut menyukseskan program ini dengan  menjadi peserta JKN-KIS.

 

“Tidak usah ragu menjadi peserta JKN-KIS, manfaatnya tidak ternilai,” tutup Gandar

File :