Dengan JKN-KIS, Tak Temui Jalan Buntu Saat Obati Usus Buntu

Penulis : Humas Dibaca : 17597 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 27 Mar 2019 10:53:39

Gunungsitoli (27/03/2019) - Biaya pengobatan yang relatif mahal, membuat masyarakat enggan untuk berobat. Tak sedikit dari mereka memilih diam dan menahan rasa sakit yang dialami. Inilah yang dirasakan oleh Mega Fitriani, peserta JKN-KIS yang sedang menjalani perawatan di RSUD Gunungsitoli karena penyakit usus buntu yang dideritanya.

 

Fitriani mengaku bahwa rasa sakit yang dialaminya sudah relatif lama, namun acap kali dirinya mengabaikan rasa sakit tersebut. Keterbatasan dana dan waktu yang padat membuatnya sering lupa akan sakit yang dialaminya. Hingga rasa sakit yang dialaminya semakin sering datang dengan nyeri yang hebat.

 

“Saya tahu ada yang tidak baik dengan tubuh saya, sering kali saya mengalami nyeri di bagian perut sebelah kanan. Rasa nyeri ini muncul tidak mengenal waktu dan sangat menghambat aktivitas perkuliahan saya. Hingga 2 minggu belakangan ini rasa sakit itu semakin sering datang dan rasa nyerinya semakin kuat. Akhirnya saya memutuskan untuk periksa ke dokter yang ada di Puskesmas. Setelah menjalani pemeriksaan oleh dokter, saya pun dirujuk ke RSUD Gunungsitoli agar mendapatkan pelayanan kesehatan rujukan,” aku Fitriani kepada Jamkesnews, Jumat (15/03).

 

Lebih lanjut ia menceritakan bahwa dirinya mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat dan memuaskan dari petugas kesehatan di RSUD Gunungsitoli.

 

“Tidak butuh waktu yang lama untuk mengantri dan saya segera mendapatkan pelayanan yang baik dari tim medis. Saya menjalani serangkaian pemeriksaan oleh tim medis di ruang IGD. Setelah pemeriksaan selesai dilakukan, saya harus menjalani operasi untuk mengobati usus buntu yang mulai mengalami infeksi. Jujur, selama menjalani pelayanan di rumah sakit, ada kerisauan yang saya pikirkan yaitu tentang biaya. Apalagi saya akan menjalani operasi dan yang saya tahu biaya operasi tidaklah murah. Tetapi ketakutan ini sirna, ketika saya tahu bahwa serangkaian pengobatan yang dijalani ditanggung oleh JKN-KIS,” kisah Fitriani.

 

Saat ini, Fitriani sedang menjalani pemulihan pasca operasi usus buntu yang dijalaninya. Ia mengaku, tidak ada kesulitan atau kendala selama berobat menggunakan KIS. Segala ketakutan biaya yang muncul di benaknya pada saat menjelang operasi telah terjawab sudah.

 

“Saya sangat lega sekaligus bangga menjadi peserta JKN-KIS. Tidak ada kendala yang berarti bagi saya dan keluarga selama menjalani pengobatan disini. Kami dilayani dengan baik tanpa ada diskriminasi antara pasien yang satu dengan pasien lainnya. Kini kerisauan hati saya terjawab sudah, semua biaya pengobatan telah ditanggung oleh Program JKN-KIS,” imbuh Fitriani.

 

Di akhir wawancara, Fitriani menyampaikan harapan serta terima kasih kepada seluruh peserta JKN-KIS yang telah bergotong royong untuk membantu dirinya dan jutaan peserta lainnya yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

 

"Saya berharap program ini terus memberikan manfaat kepada seluruh peserta. Saya juga berharap agar seluruh masyarakat Indonesia dapat menjadi peserta JKN-KIS, sehingga terlindungi biaya kesehatannya. Dengan gotong royong, saya jadi tidak perlu buntu untuk mengobati usus buntu, kan ada JKN-KIS,” tutup Fitriani. (hf/ty)



File :