Biaya Operasi Dijamin JKN-KIS, Akbar Fokus Untuk Kesembuhannya

Penulis : Humas Dibaca : 185 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 06 Apr 2019 00:00:00

Tondano (06/04/12019) - Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah banyak dirasakan manfaatnya sejak hadir di tahun 2014 hingga sekarang. Akbar Nur Gani (28) peserta JKN-KIS dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) merupakan salah satu dari sekian banyak masyarakat kota Kotamobagu yang telah merasakan manfaat dari program JKN-KIS.

 

Ketika ditemui oleh tim Jamkesnews di pasar Serasi, pria ini sedang melayani pembeli yang akan membeli beras, Rabu (27/3). Kota Kotamobagu memang dikenal sebagai salah satu  daerah penghasil Beras yang memiliki kualitas yang baik.

 

Akbar harus berjuang hidup bersama orangtuanya. Dulu sebenarnya ia bekerja sebagai perawat di Puskesmas Odayag, namun karena penyakit yang dideritanya ia terpaksa keluar dari tempatnya bekerja dan kini  memutuskan untuk berjualan beras di Pasar Kotamobagu. Ia tak ingin menambah beban orangtuanya mengingat kebutuhan sehari-hari sudah cukup mahal, apalagi dirinya kini juga sebagai tulang punggung keluarga.

 

Walaupun ia selalu berupaya menjaga kesehatannya namun pada suatu hari Akbar mengalami sakit kepala yang luar biasa. Kondisi tubuhnya semakin lemah hingga Akbar tidak masuk kerja.

 

“Gejalanya saya rasakan sejak tahun lalu. Kepala saya sangat sakit dan sakitnya tidak hilang-hilang. Tetapi  karena tidak mempunyai uang untuk berobat ke dokter saya hanya membeli obat di warung," tutur Akbar. 

 

Akbar terus melanjutkan ceritanya sampai akhirnya ia memanfaatkan kartu JKN-KIS yang dimilikinya.

 

“Sakit di kepala yang saya rasakan sangat luar biasa dan masih juga belum membaik. Saya tidak tahan dan akhirnya berobat ke Puskesmas menggunakan kartu JKN-KIS yang saya miliki. Setelah diperiksa dokter saya kemudian dirujuk ke rumah sakit. Awalnya saya takut mau ke Rumah Sakit, karena  saya khawatir ada tambahan biaya. Namun didorong keinginan untuk sehat dan bisa kembali kerja ya saya segera ke rumah sakit,” terangnya.

 

Perjalanannya menuju rumah sakit ia lalui dengan menumpang kepada orang yang berbaik hati kepadanya.

 

“Alhamdulillah saya mendapat tumpangan menuju RS yang berada di Manado untuk pemeriksaan lanjutan. Saya  kaget ketika dokter memberikan surat pengantar harus di CT-Scan, namun semua harus saya jalani demi kesembuhan saya. Pemeriksaan CT-SCAN ini untuk memastikan penyebab sakit kepala dengan memeriksa bagian dalam kepala," ceritanya.

 

Setelah menjalani CT-scan Dokter menyarankannya untuk melakukan tindakan operasi.

 

"Saya kembali kaget mendengar dokter mengatakan bahwa kepala saya harus dioperasi. Lagi-lagi yang terlintas di pikiran adalah biaya operasi yang mahal dan terus terang saya tidak punya cukup uang untuk membayarnya jika harus operasi. Namun dokter mengatakan bahwa semua biaya pengobatan dan operasi akan dijamin  oleh program JKN-KIS asalkan mengikuti prosedur yang berlaku. Dan benar saja, sama sekali tidak ada biaya sepeserpun yang harus saya keluarkan karena menggunakan kartu JKN –KIS. Benar-benar program ini  membantu sekali. Saya tidak menyangka semuanya dijamin, ujar Akbar.

 

Selama menjalani pemeriksaan di Puskesmas sampai akhirnya dioperasi Akbar tidak menemui kesulitan sama sekali. Semua biaya pelayanan hingga obat-obatan juga dijamin sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara program JKN-KIS.

 

"Semua biaya pengobatan saya dijamin JKN-KIS. Saya hanya perlu mempersiapkan hati untuk tetap semangat berjuang dan  fokus demi kesembuhan saya. Saya ingin bisa kembali bekerja demi keluarga,” ungkapnya penuh haru.

 

Mungkin masih ada yang ragu akan program JKN-KIS, namun Akbar telah merasakan manfaat program JKN-KIS, dan kini ia tidak risau jika sewaktu-waktu harus berobat lagi. "Semoga program JKN-KIS dapat terus berlanjut dan masyarakat dapat merasakan kemudahan seperti yang telah saya rasakan saat ini. Yang pasti saya ingin bisa segera sembuh dan tetap sehat," ungkapnya menutup pembicaraan. (tm/ap).



File :