Nenek Samira Lega, JKN-KIS Jamin Semua Penyakitnya

Penulis : Humas Dibaca : 4366 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 16 May 2019 15:29:52

Palu - Samira (75) merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang terdaftar sebagai peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU). Samira yang terbaring lemah di tempat tidur terlihat ditemani anaknya Imayanti (41).

 

Sudah beberapa kali samira menggunakan Kartu JKN-KIS untuk berobat di Rumah Sakit. Pertama saat Samira merasakan keluhan sakit di bagian dada dan perut yang ternyata berdasarkan hasil pemeriksaan dirinya  didiagnosa dokter mengalami penyakit kista hati. Selang beberapa bulan kemudian samira menderita penyakit harpes, di kulitnya muncul bintil berisi air dan terasa nyeri yang disebabkan oleh virus. Bersyukur semua penyakitnya tersebut dapat diatasi dengan menggunakan kartu JKN-KIS yang dimilikinya.

 

Saat ditemui tim jamkesnews di RS Budi Agung pada kamis (25/04) samira menceritakan bahwa di dadanya terdapat benjolan. “Sudah lama benjolan itu muncul namun karena tidak pernah merasakan sakit akhirnya saya biarkan saja,” tutur Samira.

 

Lebih lanjut samira menceritakan keluhan yang akhirnya dirasakan pada benjolan di dadanya tersebut. “Sakit dan gatal baru saya rasakan akhir-akhir ini, karena sudah tidak tahan saya diantar keluarga ke Puskesmas untuk berobat, di Puskesmas saya diberikan salep gosok namun setelah salep itu habis, sakit dan gatal muncul kembali sehingga akhirnya saya  dirujuk ke RS. Dan setelah menjalani pemeriksaan, dokter menganjurkan untuk segera dioperasi,” cerita Samira.

 

Sudah 3 hari ini Samira dirawat di RS dan tindakan operasinya akan dilakukan setelah tekanan darah Samira stabil karena sejak dirawat inap tekanan darahnya cukup tinggi.

 

“Saya tidak habis pikir, kalau tidak ada Program JKN-KIS uang yang keluarga saya keluarkan pasti banyak, apalagi saya sudah menggunakan kartu JKN-KIS ini berkali-kali untuk mengobati penyakit saya. Selama ini biaya berobat saya semuanya dijamin JKN-KIS dan fasilitas kesehatan pun tidak pernah meminta biaya tambahan, bersyukur sekali,” tutur Samira.

 

Menutup pembicaraan Samira mengucapkan terima kasih atas kehadiran program JKN-KIS yang dirasanya sangat bermanfaat bagi dirinya dan juga masyarakat Indonesia. “Program JKN-KIS ini sangat membantu sekali dan kami merasa diringankan, iurannya juga bisa dibilang relatif terjangkau jika dibandingkan dengan manfaat pelayanan kesehatan yang akan diterima peserta. Kalaupun ada yang tidak mampu ada pemerintah yang siap membantu juga untuk didaftarkan menjadi peserta PBI. Semoga program JKN-KIS dapat terus berjalan dengan baik,” tutup Samira. (tt/vm)



File :