JKN-KIS Hadir, Tukang Tahu Jenglot ini Tak Pusing Biaya Berobat Suami

Penulis : Humas Dibaca : 601 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 19 May 2019 09:43:00

Bandar Lampung, Jamkesnews - Ungkapan rasa terima kasih, dan puji syukur tak henti - hentinya  terus diucapkan oleh Sri Suarningsih istri dari Sudiono (56), warga Jalan Imba Kusuma Kemiling Raya, Bandar Lampung sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Sudah lima tahun terakhir merasakan manfaat JKN-KIS. Sri yang sehari-hari berjualan tahu jenglot di Kemiling, mengaku bahwa suaminya telah mengalami komplikasi jantung, paru-paru dan lambung sejak beberapa tahun terakhir. 

"Kalau sakit parunya sudah puluhan tahun, tapi kalau sakit jantung sekitar 2-3 tahun ini," ujar Sri.

Di tengah keterbatasan biaya yang dimiliki, Sri mengaku sangat bersyukur  ada JKN-KIS. Ia mengaku sempat habis-habisan menjual semua barang berharga dan tabungannya untuk kebutuhan berobat suami. "Udah gak tau lagi  kalau gak ada JKN-KIS, dulu saja saya sudah habis-habisan semua dijualin. Kalau gak ada JKN-KIS bagaimana biaya sekolah anak dan kebutuhan sehari-hari. Tapi sejak ada program ini saya jadi gak pusing lagi soal biaya, suami pun bisa berobat dengan tenang," lanjut Sri.

Sri mengaku sudah lima tahun menjadi peserta JKN-KIS, dan merasa puas dengan fasilitas maupun pelayanan yang diberikan selama ini. Perempuan berhijab itupun menepis anggapan bahwa menggunakan JKN-KIS ribet, dipersulit, dan dibedakan dengan pasien umum.

"Orang bilang ribet mungkin karena gak tau alurnya, tapi saya yang sudah bertahun-tahun merasakannya ya mudah dan sangat membantu. Begitu juga dengan obatnya juga lancar-lancar saja," kata Sri.

Saat ini Sri terus berjuang demi kesembuhan sang suami dengan melakukan berobat jalan rutin sebulan 2 kali.

"Sampai sekarang masih berobat jalan rutin, benar-benar berterima kasih dengan program JKN-KIS," tutupnya (FR/md).


File :