JKN-KIS, Semakin Banyak Tangan Yang Memberi, Semakin Banyak Yang Tertolong

Penulis : Humas Dibaca : 629 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 13 Jun 2019 11:26:00

Selong – Sistem gotong royong yang diterapkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan rupanya menjadi salah satu ujung tombak terlaksananya program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN–KIS). Semakin banyaknya yang menjadi peserta dan sehat, maka akan semakin ringan pula pembebanan biaya pengobatan dan perawatan peserta lain yang sedang sakit. Itu pun tidak hanya sekedar mendaftar, namun setiap peserta tersebut juga harus taat dalam memenuhi kewajibannya membayar iuran setiap bulan. Adapun dengan prinsip gotong royong tersebut, maka jelaslah bahwa peserta yang sehat akan berkontribusi mendanai peserta JKN – KIS yang sedang sakit.

Bagi masyarakat yang kurang mampu, hadirnya BPJS Kesehatan menjadi secercah harapan untuk mereka. Walaupun dalam kondisi ekonomi yang terbatas, mereka bisa memperoleh perawatan tanpa khawatir terbebani biaya yang cukup besar. Hal itu pun sangat dirasakan oleh Ernawati (19) dan keluarganya. Ia menceritakan kisah ayahnya yang terbantu dengan adanya program JKN – KIS.

“Bapak sakit dan dirujuk ke Rumah Sakit Islam Namira. Alhamdulillah sudah ditangani dengan baik dan sekarang kondisinya sudah stabil,” ungkap gadis belia yang menjadi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN sejak tahun 2018 silam.

“Saya, Ibu, dan Bapak benar – benar beruntung dapat JKN KIS. Biaya berobat pun sudah ada yang menjamin,” tambahnya ketika diwawancarai oleh tim Jamkesnews Senin siang (10/06).

Menurutnya, sistem gotong royong yang diusung BPJS Kesehatan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Ia mengungkapkan bahwa iuran peserta yang telah dikeluarkan tidak akan sia – sia, karena itu akan menjadi amal kepada peserta yang sakit.

“Yang sakit pasti bukan hanya bapak saya saja kan. Pasti ada orang lain juga yang sakitnya bahkan lebih parah dan butuh biaya yang lebih besar. Maka dari itu, biaya berobat yang kami gunakan mestinya berasal dari pemerintah dan peserta lain yang bergotong royong membayar iuran. Intinya sih, BPJS Kesehatan itu sistemnya sangat bagus dan bermanfaat,” jelasnya.

Ketika ditanyai mengenai pendapatnya tentang makna gotong royong yang ada pada BPJS Kesehatan, gadis pintar ini pun menjawab, “Hidup kita akan berarti apabila kita sudah berguna dan bermanfaat untuk orang lain. Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah dan masyarakat yang sudah menjadi peserta JKN-KIS. Karena sudah membantu mendanai pengobatan peserta yang sakit, khususnya bagi warga yang kurang mampu seperti kami,” tuturnya. (ay/hf)

File :