Era JKN – KIS, Ketika Masyarakat Tak Lagi Khawatir Berobat

Penulis : Humas Dibaca : 664 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 30 Jun 2019 00:00:00

Selong – Tidak ada seorang pun yang bisa memprediksi kapan dirinya akan sakit, baik orang dengan kemampuan finansial yang tinggi maupun orang dengan ekonomi yang pas – pasan. Suatu hari nanti, bisa jadi seseorang akan mengalami sakit, dan saat ini biaya pengobatan terus meningkat menjadi semakin mahal. Hal itu pun otomatis akan membebankan diri dan keluarganya.

 

Maka dari itu, jelaslah bahwa program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN – KIS) itu telah memberikan manfaat kepada seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Iurannya yang terjangkau dan dengan kepastian pelayanan kesehatan yang berkelanjutan membuat program ini semakin dikenal oleh masyarakat.

 

Lalu Irwan Rizani (28) seorang Ayah dari sepasang anak kembar ini mengungkapkan apresiasinya terhadap program JKN – KIS.

 

“Program yang luar biasa karena pesertanya adalah seluruh lapisan masyarakat. Iurannya pun relatif terjangkau dengan manfaat yang optimal sehingga membuat program ini semakin diminati oleh masyarakat. Dari yang kaya raya sampai golongan menengah ke bawah semua bisa dilindungi oleh JKN – KIS,” ujar tenaga medis yang bekerja di salah satu rumah sakit pemerintah di Selong itu.

 

Istrinya yang ikut diwawancara oleh tim Jamkesnews sore itu (25/06), Nurhadiana (27) juga menambahkan bahwa sistem pelayanan kesehatan yang berjenjang menjadikan masyarakat lebih mudah mendapatkan kepastian fasilitas kesehatan.

 

“Sejak ada JKN – KIS, masyarakat jadi tidak khawatir berobat kalau sakit. Mulai dengan 25.500 per bulan, sudah bisa mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan. Sebagai pegawai negeri sipil pun, iuran yang dipotong perbulan dari gaji saya sudah bisa menjamin kesehatan seluruh keluarga saya,” ungkap Irwan.

 

Meskipun selama 3 tahun terakhir sejak terdaftar menjadi peserta, ia hampir tidak pernah menggunakan kartu JKN – KIS miliknya. Malah ia bersyukur karena hal itu. “Kalau dihitung – hitung, kami baru pakai sekali saja saat istri saya melahirkan. Pelayanan di rumah sakitnya memuaskan. Bahkan ketika mendaftarkan anak – anak saya untuk masuk jaminan JKN-KIS pun tidak terkendala masalah sama sekali. Pokoknya praktis dan mudah. Sekarang saya sekeluarga sudah tenang, karena sudah terproteksi secara maksimal oleh JKN – KIS,” tuturnya. 

 

Di akhir pertemuannya dengan tim Jamkesnews, pasangan suami istri ini mengungkapkan harapan mereka agar masyarakat yang belum menjadi peserta segera mendaftarkan diri sebagai peserta Program JKN-KIS. (ay/hf)



File :