Rian Apresiasi Integritas BPJS Kesehatan yang Menjunjung Tinggi Anti Gratifikasi

Penulis : Humas Dibaca : 486 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 02 Jul 2019 00:00:00

Singaraja – Gratifikasi merupakan pemberian dalam sebuah arti luas, yaitu pemberian uang, barang, rabat (discount),  komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma dan fasilitas lainnya. Dalam tindakan gratifikasi, ancaman hukumannya tidak main-main karena telah diatur dalam undang-undang.

 

BPJS Kesehatan sangat mendukung penuh gerakan anti gratifikasi seperti yang dicanangkan oleh pemerintah. Bentuk dukungan ini dibuktikan dengan dikeluarkannya Peraturan Direksi BPJS Kesehatan Nomor 74 Tahun 2018 tentang Pedoman Pengendalian Gratifikasi BPJS Kesehatan.

 

Selain dikeluarkannya Peraturan Direksi tersebut, BPJS Kesehatan juga telah mengedarkan surat tentang Dukungan Anti Gratifikasi yang ditandatangani Direktur Utama BPJS Kesehatan kepada seluruh Pemangku Kepentingan atau Mitra Kerja BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia.

 

Hal ini diakui oleh Kadek Rian Arisudana (31), pemilik salah satu optik yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan Cabang Singaraja.

 

“Optik kami telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan Cabang Singaraja sejak tahun 2017. Saya sudah menerima surat edaran dari BPJS Kesehatan yang ditandatangani langsung oleh Direktur Utama BPJS Kesehatan perihal Dukungan Gerakan Anti Gratifikasi beberapa waktu lalu,” Ungkapnya saat ditemui tim Jamkesnews pada Jumat (28/06).

 

Rian pun mengungkapkan apresiasinya terhadap integritas BPJS Kesehatan yang mendukung penuh gerakan anti gratifikasi.

 

“Jujur saya sangat apresiasi dan bangga terhadap BPJS Kesehatan karena menjunjung tinggi arti kejujuran dengan dukungannya terhadap gerakan anti gratifikasi. Hal tersebut bukan hanya didengungkan saja namun telah terbukti dengan wujud nyata bahwa seluruh pegawai BPJS Kesehatan Cabang Singaraja sekalipun tidak pernah meminta sesuatu dalam bentuk apapun untuk kepentingan pribadi maupun organisasinya kepada kami selaku mitra kerja, dan kami pun tidak pernah berniat untuk memberikan sesuatu kepada pihak BPJS Kesehatan Cabang Singaraja dalam hal maupun bentuk apapun,”  Jelas pria yang saat itu ditemani istrinya Luh Ketut Maha Trisna Yunita

 

Pria asal Kota Singaraja ini pun melanjutkan ceritanya kepada tim Jamkesnews.

 

“Memang sudah semestinya setiap organisasi yang bergerak di bidang apapun harus mengedepankan nilai-nilai integritas dengan menjunjung tinggi anti gratifikasi karena hal tersebut akan mempengaruhi citra organisasi dan integritas seluruh personal dan komponen yang berkaitan dengan organisasi tersebut,” Tambahnya.

 

Ia pun mengungkapkan rasa bangganya bisa menjadi mitra BPJS Kesehatan Cabang Singaraja.

 

“Selama bekerjasama dengan BPJS Kesehatan Cabang Singaraja yang sudah terjalin selama dua tahun ini, tidak ada kendala yang berarti, kerja sama kami berjalan sangat baik,” ungkapnya dengan penuh bangga.

 

Ia pun menaruh harapan besar untuk tetap bekerjasama dengan BPJS Kesehatan

 

“Saya berharap  bisa terus bekelanjutan menjadi mitra kerja BPJS Kesehatan Cabang Singaraja dalam memberikan pelayanan kepada peserta JKN-KIS.  Saya berkomitmen untuk selalu meningkatkan kualitas layanan agar peserta JKN-KIS merasa nyaman dan puas akan layanan yang kami berikan, dan semoga gerakan anti gratifikasi BPJS Kesehatan dapat dipertahankan sehingga BPJS Kesehatan tetap memberikan citra positif,” pungkasnya menutup pembicaraan. (ay/dh)



File :