Bersedia Melalui Program JKN-KIS

Penulis : Humas Dibaca : 371 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 02 Sep 2019 07:56:00

Balikpapan, Jamkesnews -  Menjadi Peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) adalah salah satu cara kami untuk bersedekah. Kata-kata itulah yang terucap oleh A. Latief Madeali saat dikunjungi oleh tim Jamkesnews di kediamannya, Senin (26/08).

Sudah 4 tahun ia dan istrinya menjadi peserta JKN-KIS, ia merupakan pesiunan karyawan swasta di Kota Balikpapan. Saat ini, kesehariannya disibukan oleh perkebunan yang letaknya ada tak jauh dari tempat ia tinggal. Penghasilannya saat ini tak seberapa besar jika dibandingkan sewaktu ia masih aktif bekerja. Namun ia menyebutkan iuran JKN-KIS sudah menjadi pengeluaran yang wajib ia lakukan.

“Bayar iuran kita lakukan tiap bulannya, itu sudah menjadi pengeluaran yang wajib kita lakukan. Pembayaran iuran tiap bulannya merupakan salah satu cara kami untuk bersedekah kepada orang-orang yang membutuhkan. Jikalau kita mendapatkan musibah sakit ada jaminannya tapi jika kita sehat-sehat saja ya alhamdulillah, iurannya kita anggap untuk bersedekah,” ucap latief saat ditemani sang istri di kediamannya.

Latief menyebutkan bahwa pemerintah menyelenggarakan program JKN-KIS merupakan langkah tepat dalam memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan masyarakatnya. Tentunya program ini harus didukung oleh semua pihak, tak terkecuali seluruh masyarakat indonesia.

“Dukungan masyarakat cukup dengan mendaftar dan membayar iurannya secara rutin, tentu iuran yang dibayarkan saat ini relatif terjangkau. Coba bandingkan saja dengan kepeluan sehari-hari kita selama sebulan, pastinya biayanya sangat kecil dibanding keperluan lainnya,” lanjutnya.

Latief berharap semua pihak baik itu di pemerintahan maupun swasta serta masyarakat dapat terus mendukung program ini dengan baik. Jika dibandingkan dengan asuransi kesehatan lainnya tentunya program yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan ini iurannya cukup  terjangkau, apalagi jika dibandingkan dengan manfaat yang diterima.

“Saya anggap membayar iuran JKN-KIS itu merupakan sedekah, anggaplah seperti kita berinfaq di masjid. Kita berinfaq tidak usah kita berfikir uangnya kemana dan balasannya apa. Kita tak mendapatkan balasan di dunia tapi di akhirat tentunya kita mendapatkan balasannya. Mari kita dukung program JKN-KIS dengan rutin membayar iuran,” tutup Latief.(KA/yo)


File :