Pakai JKN-KIS, Joko Dapatkan Layanan Sama Baiknya Dengan Pasien Lain

Penulis : Humas Dibaca : 283 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 15 Sep 2019 08:11:00

Tigaraksa, Jamkesnews – Biaya pelayanan kesehatan semakin hari kian meningkat. Di sisi lain, sakit menyambangi seseorang tanpa mengenal waktu dan kedatangannya dapat mengakibatkan kerugian finansial jika tidak memiliki persiapan untuk menyambutnya. Berangkat dari hal tersebut, memiliki jaminan kesehatan saat ini menjadi suatu kebutuhan pokok bagi masyarakat.

Joko Supriyono (26), menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sejak Agustus 2015. Saat ini, ia terdaftar sebagai peserta dari segmen Pekerja Penerima Upah dari salah satu bank swasta di Tangerang. Joko mengaku menjadi peserta JKN-KIS itu sangat penting. Ia pun berharap terus sehat agar tidak perlu memanfaatkan program jaminan kesehatan nasional ini karena ia menyadari iuran yang ia bayarkan sebenarnya digunakan untuk membiayai biaya pelayanan kesehatan peserta lainnya yang memerlukan.

“Maunya sih sehat terus, tapi apa daya beberapa waktu lalu tangan saya tertimpa kayu, dan salah satu kuku di jari saya harus dicabut. Selama saya jadi peserta JKN-KIS baru kali itu saya menggunakan KIS untuk berobat,” ungkap Joko, Senin (09/09).

Selama perawatan tersebut, Joko merasa tidak ada perbedaan dalam hal pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit. Semua sama dengan pelayanan yang diberikan kepada pasien umum maupun peserta asuransi komersial. dibandingkan dengan pasien umum. 

“Saya sering dengar desas-desus kalau pakai JKN-KIS itu suka dibeda-bedakan lalu prosedurnya ribet. Itu hoax. Buktinya waktu saya memanfaatkannya tidak ada perlakuan yang berbeda, obat yang diberikan juga bagus, dan tidak bertele-tele. Petugasnya pun ramah dan tanggap dalam melayani. Yang bilang prosedurnya berbelit-belit pasti karena dia tidak paham, semua saya rasakan program ini sudah cukup baik,” tambah pria yang berdomisili di Cikupa, Kabupaten Tangerang ini.

Sebagai peserta yang terbilang jarang sekali memanfaatkan Program JKN-KIS, Joko mengatakan tidak rugi jika tiap bulan gajinya dipotong untuk membayar iuran JKN-KIS. Selain itu untuk antisipasi bila sewaktu-waktu memerlukan pelayanan kesehatan, iuran yang ia bayarkan bisa membantu yang lain sesuai dengan prinsip gotong royong yang diusung program ini.

Menurutnya, sakit itu mahal. Karena itu, Joko selalu berusaha untuk menjaga kesehatannya agar iurannya yang ia bayarkan bisa bermanfaat bagi orang lain.

“Saya selalu menjaga kesehatan, mudah-mudahan jangan sampai sakitlah. Saya juga ingin mengimbau kepada masyarakat untuk segera mendaftarkan diri sebagai peserta JKN-KIS. Yang paling penting setelah jadi peserta, jangan lupa bayar iuran rutin setiap bulannya untuk persiapan bila sewaktu-waktu membutuhkan KIS-nya selalu dalam keadaan aktif,” pesannya.


File :