Pelayanan JKN-KIS di Puskesmas Maupun Rumah Sakit Tak Dipersulit

Penulis : Humas Dibaca : 333 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 17 Sep 2019 15:43:25

Purwokerto, Jamkesnews – Slamet Riyadi (32) merupakan seorang pekerja yang sehari-harinya bekerja di salah satu perusahaan swasta di Purwokerto. Ia telah menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang ditanggung perusahaan tempatnya bekerja.

“Setiap bulan gaji saya dipotong untuk bayar iuran JKN-KIS. Buat saya, itu tidak masalah karena untuk perlindungan kesehatan  pekerja dan keluarga. Saya malah merasa jadi aman dan nyaman dalam bekerja, juga berarti perusahaan memang perhatian kepada karyawannya,” kata Yadi, Rabu (10/09).

Sebelum menjadi peserta JKN-KIS dari segmen PPU, Yadi sekeluarga termasuk peserta PBI APBN yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah pusat. Namun ketika ia bekerja status kepesertaannya berubah menjadi Pekerja Penerima Upah (PPU). Yadi mengaku selama ini ia bersyukur karena jarang sakit sehingga belum pernah mengakses pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan. 

“Saya dan istri memang belum pernah memakai Kartu Indonesia Sehat (KIS) karena alhamdulillah tidak pernah sakit yang membutuhkan perawatan dokter. Namun mbah saya sering memakai KIS ini. Mbah usianya sudah lanjut dan  terkena penyakit stroke yang mengharuskannya kontrol setiap bulan,” cerita Yadi.

Yadi mengatakan bahwa selama mendampingi mbah berobat ia tidak pernah mendapatkan kesulitan. Mulai dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sampai rumah sakit, Yadi mendapatkan pelayanan yang baik dan tidak mengeluarkan biaya sepeserpun untuk pelayanan yang telah didapatkan.

“Petugas medis baik di Puskesmas maupun rumah sakit bersikap ramah dan sigap. Dokter di rumah sakit pun melayani dengan baik. Waktu saya mendampingi mbah kontrol, dokter menjelaskan penyakitnya beserta terapi apa saja yang harus dilakukan. Mbah usianya sudah 87 tahun tetapi ia mempunyai semangat hidup yang tinggi sehingga sedikit banyak berpengaruh positif terhadap kesembuhannya,” ujar Yadi.

Mengakhiri perbincangan dengan tim Jamkesnews, Yadi mengatakan bahwa program JKN-KIS ini besar sekali manfaatnya terutama terhadap warga kurang mampu. Ia pun berharap program ini akan tetap terus ada.

“Program JKN-KIS sangat bermanfaat. Pelayanannya juga sudah baik, petugas di fasilitas kesehatan ramah dan baik, prosedurnya juga gampang jadi kami tidak menemui kesulitan ketika berobat. Sekarang tinggal kesadaran masyarakat untuk terus  ikut bergotong royong menyukseskan program ini. Semoga program JKN-KIS tetap ada dan berjalan dengan baik,” ungkap Yadi.(ma/vo)


File :