Ketua MUI Payakumbuh: Tidak Tahu Kapan Datangnya Sakit, JKN-KIS Harus Selalu Ada

Penulis : Humas Dibaca : 292 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 20 Sep 2019 15:50:28

Payakumbuh, Jamkesnews - Maminteh Sabalun Anyuik, Malantai Sabalun Lapuak, Ingek-Ingek Sabalun Kanai. Pepatah Minang ini sangat pas untuk dijadikan acuan kita dalam mengarungi hidup di Dunia fana ini. Karena, falsafah pituah Minang ini mengingatkan kita sekaligus menuntut kita untuk selalu hati-hati dan waspada terhadap bahaya dari alam  ataupun ancaman dari lawan. Selain itu kita juga perlu waspada terhadap akibat dari tindakan-tindakan kita. Jadi sebelum sebuah keputusan diambil perlu dipertimbangkan akibatnya. Sehingga setiap apa yang dilakukan sudah penuh perhitungan yang matang.

Ini juga yang dilakukan pemerintah untuk memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh penduduknya. Melalui program JKN-KIS pemerintah menginginkan agar masyarakat Indonesia memiliki jaminan kesehatan sehingga tidak perlu khawatir untuk datang ke fasilitas kesehatan jika sakit, cukup membawa kartu JKN-KIS dan memenuhi prosedur yang berlaku maka akan dapat dilayani.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Payakumbuh, H. Mismardi, BA yang juga Ketua Baznas Kota Payakumbuh, menilai kehadiran JKN-KIS benar-benar memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

‚ÄĚKita tidak tau kapan kita sakit, maka, Maminteh Sabalun Anyuik, Malantai Sabalun Lapuak, Ingek-Ingek Sabalun Kanai. Tetapi dengan program JKN-KIS ini kita menjadi tenang karena sudah ada yang menjamin jika sewaktu-waktu kita sakit. Itu dampak positifnya sangat bagus. Program ini harus terus ada," sebut Buya Mismardi, kepada tim jamkesnews di Kantor Baznas Payakumbuh, Kamis (19/9). 

Menurutnya, program JKN-KIS  ini merupakan upaya pemerintah hadir di tengah masyarakat terutama untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

"Tarasonyo (terasanya) manfaat JKN-KIS  itu memang saat sakit. Ketika sehat kadang-kadang kita lupa membayar iuran dan menganggap JKN-KIS tidak perlu. Jadi pihak BPJS Kesehatan perlu mengingatkan agar peserta taat atau patuh membayar iuran setiap bulannya. Peserta juga seharusnya sadar akan kewajibannya membayar iuran," sebut Buya

Menurut Buya biaya berobat itu mahal, sehingga kehadiran program JKN-KIS ini sangat penting bagi masyarakat.

"Coba bayangkan  diri kita sebagai masyarakat lemah, ketika sakit dan tidak memiliki uang bagaimana bisa kita memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Apalagi kalau ternyata penyakitnya berat tentu akan kesulitan. Makanya program JKN-KIS ini penting dan bermanfaat sehingga perlu terus dijaga keberlangsungannya dengan cara membayar iuran secara rutin dan tetap menjaga kesehatan.  Program ini juga mengajarkan gotong royong yaitu iuran peserta yang sehat akan membantu pengobatan peserta lain yang sakit. Oleh karenanya mari terus kita jaga program ini dengan baik," ajak Buya. (aw/rk)


File :