Bayar Iuran JKN-KIS Bisa Lewat Kader JKn, Astri Merasa Dimudahkan

Penulis : Humas Dibaca : 474 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 13 Oct 2019 08:12:00

Palu – Jamkesnews, Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) merupakan program yang bertujuan untuk memberikan kepastian dan perlindungan jaminan pelayanan kesehatan bagi seluruh penduduk Indonesia. Dalam menyelenggarakan program ini, BPJS Kesehatan senantiasa berupaya menciptakan inovasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pesertanya, salah satunya melalui Kader JKN yang dibentuk untuk memberi kemudahan bagi peserta terutama dalam hal membayar iuran. 

Kader JKN-KIS merupakan individu yang bekerjasama sebagai mitra BPJS Kesehatan berdasarkan hubungan kemitraan yang menjalankan sebagian fungsi BPJS Kesehatan dalam suatu wilayah tertentu yaitu fungsi pengingat dan kolekting iuran, fungsi pemasaran sosial, fungsi administrasi kepesertaan dan fungsi pendamping pelayanan kesehatan baik dalam pemberian informasi, edukasi dan koordinasi pelayanan keluhan.

Pelayanan yang diberikan oleh Masita (44) sebagai Kader JKN BPJS Kesehatan Cabang palu terhadap peserta JKN-KIS Astri (34) yang dikunjunginya dirasa sangat membantu masyarakat sekitar terutama dalam pengurusan serta pembayaran iuran JKN-KIS.

Astri, salah seorang peserta JKN-KIS mengaku bahwa dirinya beserta anggota keluarga selama ini menunggak iuran selama beberapa bulan. Saat dikunjungi oleh Kader JKN untuk mengingatkan agar dapat melakukan pembayaran iuran, dirinya sempat kaget karena tidak menyangka iurannya akan sebanyak itu. Astri menjelaskan bahwa saat itu ia belum bisa membayar iuran karena memang uang belum cukup.

“Saya merasa sangat dimudahkan dengan adanya Kader JKN-KIS. Mereka mengingatkan saya untuk melakukan pembayaran iuran. Bukan hanya itu saja, untuk mengetahui terkait program JKN-KIS bisa langsung ditanyakan juga. Pembayaran iuran juga dapat langsung ke Kader JKN karena mereka memang menerima pembayaran iuran melalui Payment Point Online Bank (PPOB), jadi tidak perlu khawatir dan tidak perlu repot pergi ke channel pembayaran lain. Saya juga beruntung sekali telah diingatkan bahwa saya memiliki tunggakan yang harus segera dibayar supaya kartu aktif kembali,” Tutur Astri.

Masita sebagai seorang kader juga menyampaikan dirinya memiliki pengalaman yang berbeda-beda saat mengunjungi peserta.Ketika diingatkan untuk melunasi tunggakan iurannya ada yang mau menerima kunjungannya dan membayar, tetapi ada juga yang menolak untuk membayar.  Namun Masita tak pernah surut berusaha untuk tetap terus mengingatkan peserta yang sedang menunggak melalui pendekatan yang personal.

“Alasan yang disampaikan peserta yang menunggak iuran bermacam-macam, ada yang merasa repot harus ke channel pembayaran, ada yang lupa membayar, bahkan ada yang yang tidak ingin melanjutkan sebagai peserta karena sudah memiliki asuransi kesehatan lain. Tetapi ada juga peserta yang saat dikunjungi langsung mau membayar tunggakannya,” Tutur Masita.

Pada saat awal menjadi Kader JKN banyak sekali tantangan dalam mengingatkan peserta untuk membayar iuran, namun setelah 2 tahun menjadi Kader JKN masyarakat sekitar sudah lebih mengenal Kader JKN dan memilih membayar iuran melalui PPOB yang similiki Kader JKN.

“Selain membayar iuran, ada juga masyarakat yang mendaftar menjadi peserta JKN-KIS melalui saya. Saya juga selalu memberikan informasi tentang manfaat program JKN-KIS ke masyarakat sehingga akhirnya mereka menerima saya dengan baik. Sekarang saya yang dicari mereka,” ungkapnya tersenyum.

Tak lupa Masita mengingatkan prinsip gotong royong kepada masyarakat dan peserta JKN-KIS yang ditemuinya.

“Sayapun selalu mengajak peserta supaya jangan ketika sakit baru mendaftar, atau jangan hanya waktu sakit saja mau membayar iuran. Marilah mendaftar selagi sehat dan rutin untuk tetap membayar iuran JKN-KIS,” Tutup Masita. (tt/vm)


File :