Kartu JKN-KIS Sang Penolong Rasmawati

Penulis : Humas Dibaca : 327 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 23 Nov 2019 09:15:00

Majene, Jamkesnews - Kesehatan merupakan sesuatu yang tidak terlihat namun dapat dirasakan setiap insan yang hidup di muka bumi ini. Kesehatan itu sangat berharga bagi setiap manusia dan nilainya tidak dapat dihitung. Mungkin itulah yang dirasakan Rasmawati yang sedang terbaring di Puskesmas.

“Kesehatan seseorang sangat dibutuhkan untuk beraktivitas sehari-hari dalam mencari rezeki. Kenapa saya berkata begitu, karena dengan terbaringnya saya di Puskesmas sekarang terpaksa aktivitas sehari-hari terhenti,” tuturnya saat ditemui tim Jamkesnews di ruang perawatan Puskesmas, Rabu (20/11).

Rasmawati melanjutkan walaupun ia tak dapat beraktivitas seperti biasanya dan terpaksa harus terbaring di Puskesmas, bukan berarti harus menambah rasa sakit yang ia derita dengan berapa biaya yang harus ia bayar setelah sembuh, tetapi ia merasa akan manfaat adanya kartu Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN KIS) yang ia terima dari Pemerintah. Jika sebagian orang ada yang merasa kartu JKN-KIS ini tidak berguna, mereka harus bersyukur karena tidak sakit, tapi baginya dengan adanya kartu JKN-KIS ini ia sangat merasakan betapa pentingnya memiliki kartu ini.

“Penyakit Gastritis yang saya alami ini memang sangat membutuhkan biaya namun dengan adanya kartu JKN-KIS ini, terasa sekali bantuannya. Kartu tersebut sangat membantu saya, karena bukan hanya sekali digunakan akan tetapi penyakit yang saya derita ini sering muncul setiap saat. Seandainya saya tidak memiliki kartu JKN-KIS ini maka tidak tahu harus berbuat apa, sudah pasti biaya yang harus saya siapkan tentunya tidak sedikit bagi saya, dimana suami hanya seorang petani yang luas lahannya hanya cukup untuk makan sehari hari,” jelasnya.

Selain senang karena memiliki kartu JKN-KIS, pelayanan yang ia dapatkan dari Puskesmas sangat baik dan sampai saat ini tak pernah mengalami hambatan apapun selama mengakses pelayanan.

“Petugas disini tidak pernah ada kesan yang membedakan pemegang kartu jenis apapun, baik itu peserta mandiri maupun kartu jenis Penerima Bantuan Iuran (PBI). Menurut saya petugas Puskesmas sudah melayani pasien dengan baik,” ucapnya.

Rasmawati menegaskan bahwa jika ada yang mengatakan pelayanan kesehatan yang diterima peserta Program JKN-KIS dibeda-bedakan, ia akan katakan tidak, karena ia telah mendapatkan pelayanan yang baik di fasilitas kesehatan.

“Terima kasih kepada Pemerintah yang telah membantu kami mendapatkan kartu JKN-KIS yang sangat menolong masyarakat yang membutuhkan biaya pelayanan kesehatan maupun yang tidak membutuhkan,” tutupnya.

Sebagai informasi, pemerintah memegang kontribusi terbesar dalam menanggung iuran JKN-KIS rakyatnya. Dari sekitar 222 juta peserta JKN-KIS, lebih dari separuhnya dibiayai oleh pemerintah. Tepatnya, ada 96,8 juta penduduk miskin dan tidak mampu yang iuran JKN-KIS-nya ditanggung negara lewat APBN dan 37,3 juta penduduk yang ditanggung oleh APBD. Seluruh penduduk tersebut iurannya dibayarkan oleh pemerintah pusat maupun Pemerintah Daerah.


File :