Berkat JKN–KIS, Saya Bisa Bertahan Sampai Sekarang

Penulis : Humas Dibaca : 162 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 26 Nov 2019 09:22:00

Jombang, Jamkesnews - Siti Nur Chofifah (35) adalah seorang ibu rumah tangga, istri dari seorang petani di Jombang yang telah terdaftar sebagai peserta JKN– KIS dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari pemerintah Pusat.

Saat ditemui di RSUD Jombang, Siti menyampaikan sudah 7 Tahun menjalani terapi hemodialisa atau cuci darah.

“Awalnya pada akhir 2013 saya memberanikan diri untuk periksa ke dokter karena merasa ada yang tidak beres pada tubuh saya. Setelah dilakukan pemeriksaan beberapa kali, dokter menyatakan saya menderita gagal ginjal kronis dan harus menjalankan terapi cuci darah,” pungkasnya.

Atas saran keluarga, Siti hanya menjalani pengobatan alternatif untuk menangani penyakitnya tersebut. Pada awal 2014 kondisi Siti kembali memburuk dan setelah dilakukan konsultasi dengan dokter dan keluarga, akhirnya ia putuskan untuk menjalani pengobatan cuci darah dengan menggunakan kartu Jamkesmas kala itu.

“Saya dulu bingung, karena menurut kabar, biaya terapi cuci darah itu mahal, sekali tindakan bisa menghabiskan lebih dari Rp 1 juta . Bisa dibayangkan berapa biaya yang harus dikeluarkan jika dalam seminggu harus menjalani dua kali terapi. Saya khawatir tidak dijamin BPJS Kesehatan. Tapi setelah diberitahu dokter bahwa pengobatan ini dijamin program JKN KIS saya merasa lega sekali.

Siti merasa beruntung sekali  terdaftar dalam program JKN - KIS sejak 2013, yang saat itu masih Jamkesmas. Ia kemudian mendapatkan kartu JKN KIS yang baru pada 2015.

"Jka saya tidak memiliki kartu JKN - KIS, mungkin saya tidak dapat bertahan sampai sekarang. Saya merasa sangat berterimakasih kepada pemerintah yang memperhatikan rakyat miskin, adanya program JKN-KIS ini sangat menolong apalagi yang menderita penyakit berbiaya mahal seperti saya,” kata Siti.

Siti berharap  pemerintah terus mengawal program JKN-KIS agar terus ada dan disempurnakan, karena program ini sangat mulia. Menurut Siti, pelayanan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan sudah baik dengan prosedur yang dirasa tidak menyulitkan. Selama mendapatkan pelayanan hemodialisa di RSUD Jombang sejak tahun 2014 Siti mengaku tidak pernah mengeluarkan biaya sedikitpun, semua biaya ditanggung JKN-KIS.

Selain merasa bersyukur dan terbantu dengan adanya program JKN KIS, Siti  juga menyampaikan salam terima kasihnya kepada peserta JKN-KIS yang selalu rutin membayar iuran setiap bulannya.

“Saya ucapakan terimakasih sebesar-besarnya kepada seluruh peserta JKN KIS yang rutin membayar iuran. Karena mereka turut membantu pembiayaan pelayanan kesehatan untuk saya dan peserta lainnya yang sedang membutuhkan pelayanan kesehatan,” ucapnya. (yy)


File :