Sang Nyoman : Pemerintah Berikan Jaminan Kesehatan Seperti Yang Kami Butuhkan

Penulis : Humas Dibaca : 429 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 02 Dec 2019 07:08:48

“Saya terdaftar sebagai peserta PBI APBN, saat itu saya dapat kartu KIS dari kepala lingkungan tempat saya tinggal, dan semenjak saat itu saya tidak cemas lagi jika sewaktu-waktu sakit karena sudah ada yang melindungi. Tinggal kita menjaga kesehatan saja” 

Gianyar, Jamkesnews – Sang Nyoman Bawa (35) bersama 2 orang anggota keluarganya yaitu ibu dan istrinya hingga saat ini terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang sudah ia dapat sejak tahun 2014. Ia terdata sebagai salah satu masyarakat kurang mampu yang kemudian didaftarkan oleh Kelihan Banjar (sejenis RT/RW) dan ditanggung iurannya oleh pemerintah pusat melalui APBN.

Semenjak saat itu pula dirinya mengaku tidak pernah cemas mengenai pembiayaan pengobatan jika sewaktu-waktu sakit, terutama bagi orang tuanya yang hingga saat ini selalu mengandalkan JKN-KIS setiap berobat.

Dulu mendiang ayahnya juga menggunakan JKN-KIS ketika menjalani pengobatan, bahkan saat ini istrinya yang sedang mengandung juga memanfaatkan jaminan dari JKN-KIS ketika memerlukan pelayanan kesehatan dan persiapan untuk proses persalinannya nanti.

“Bisa dibilang kami adalah keluarga JKN-KIS. Semua keluarga inti bahkan saudara sepupu juga punya JKN-KIS, bukan dengan harapan sakit, tapi saya pikir pemerintah menyiapkan ini untuk kami sebagai jawaban akan hak kesehatan kami yang menjadi kebutuhan utama. Saya sangat bersyukur sekali pemerintah memperhatikan kesehatan kami hingga pelosok seperti saya di desa, apalagi kami orang tidak mampu yang hanya bisa memenuhi kebutuhan pokok saja,” ungkap Sang Nyoman.

Tentu saja rasa syukur yang ia sampaikan merupakan wujud nyata pengalaman yang ia rasakan sebagai masyarakat desa yang ketika sakit mengalami berbagai kecemasan. Kecemasan tersebut tidak hanya masalah kesembuhan, namun prosesnya, yaitu biaya pengobatan yang menurutnya mahal.

“Saya ingat dulu kalau sakit orang tua memberikan kami ramuan tradisional, ini memang ciri masyarakat pedesaan, alasannya karena kami tidak mampu jka harus berobat ke puskesmas apalagi ke rumah sakit. Namun kini hal itu sudah berubah, kami menjadi lebih tenang karena ada JKN-KIS yang melindungi kami, tetapi kami tetap tidak ingin sakit. Pemerintah telah melindungi kesehatan kami seperti yang kami dan masyarakat butuhkan sejak dulu,” lanjutnya sambil tersenyum.

Pria yang berasal dari Desa Siangan, Kabupaten Gianyar ini mengungkapkan harapan besarnya kepada program JKN-KIS. Ia sangat berharap JKN-KIS ini ada terus menerus dan menjadi andalan bagi masyarakat sepertinya.

Dirinya menyadari bahwa jaminan kesehatan dari program ini tentunya memerlukan biaya yang tidak sedikit, ia kagum terhadap pemerintah yang tiada henti mengembangkan solusi agar program ini tetap berjalan. Dari pemikiran kecilnya ia menyampaikan harapan kepada tim Jamkesnews.

“Harapan saya masyarakat dapat mengerti apa yang telah diamanatkan oleh undang-undang melalui pemerintah. Kita hanya perlu menjalani apa yang menjadi kewajiban sebagai warga negara yang baik, jika suatu saat nanti saya mampu maka saya tidak akan berpikir panjang untuk mengganti kepesertaan menjadi peserta mandiri dan memilih kelas yang lebih tinggi, dan dengan itu saya juga bisa ikut bergotong-royong melalui iuran yang saya bayarkan setiap bulan untuk membantu peserta lain yang memerlukan,” tutup Sang Nyoman. (ay/gw)


File :