BPJS Kesehatan Jemput Bola, Praktis Ngurusnya, Praktis Layanannya

Penulis : Humas Dibaca : 1565 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 15 Dec 2019 11:10:00

Madiun, Jamkesnews – Mobile Customer Service (MCS) merupakan layanan yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan yang tujuannya untuk mempermudah masyarakat dalam mengurus administrasi yang berkaitan dengan kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), sehingga masyarakat tidak perlu repot untuk mengunjungi kantor BPJS Kesehatan setempat.

Selama bulan Desember 2019 ini, BPJS Kesehatan menggelar program BPJS Kesehatan Jemput Bola yang mana program ini merupakan program layanan MCS Terintegrasi dengan layanan utamanya adalah PRAKTIS.

PRAKTIS merupakan singkatan dari Perubahan Kelas Tidak Sulit, yakni memberikan kemudahan dalam layanan administrasi bagi Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau Bukan Pekerja (BP) perorangan yang menginginkan perubahan kelas (penurunan kelas perawatan tanpa harus menunggu masa waktu 1 tahun). Layanan ini merupakan wujud komitmen peningkatan mutu layanan serta sekaligus memberikan kemudahan layanan administrasi bagi peserta JKN-KIS, dan dikemas menjadi layanan PRAKTIS.

“Pada dasarnya kan layanan yang diberikan pada layanan MCS tersebut sama dengan layanan yang diberikan di kantor cabang, hanya saja agar masyarakat lebih praktis mengurusnya, BPJS Kesehatan yang turun langsung ke berbagai tempat untuk jemput bola. Kami hadir untuk lebih dekat dengan masyarakat, untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat,” ungkap Kepala BPJS Kesehatan Cabang Madiun, Tarmuji.

Layanan PRAKTIS ini sendiri disambut hangat oleh masyarakat yang mempunyai keinginan untuk melakukan perubahan kelas, meskipun kepesertaannya belum mencapai 1 tahun. Mengingat layanan ini hanya terhitung mulsi 9 Desember 2019 sampai dengan 30 April 2020, maka tidak sedikit masyarakat yang melakukan pengurusan perubahan kelas ini, Prastyo Irianto salah satunya.

Tyo, begitu sapaan akrabnya, pria 31 tahun tersebut merupakan pendatang yang saat ini bekerja di Kota Madiun. Saat ditemui Tim Jamkesnews, pria asal Jawa Tengah tersebut menceritakan bahwa sebagai peserta mandiri yang sebelumnya terdaftar di kelas I, dirinya menyikapi masalah penyesuaian iuran JKN-KIS ini dengan menurunkan kelas perawatannya.

“Iuran disesuaikan bukan berarti terus tidak mau menjadi peserta JKN-KIS, tapi saya lebih memilih untuk turun kelas saja, sehingga untuk membayar iurannya juga tidak begitu berat dan di sisi lain saya tetap menjadi peserta JKN-KIS,” kata Tyo.

Dirinya merasa sangat terbantu dan sangat berterima kasih dengan adanya program BPJS Kesehatan Jemput Bola tersebut, karena sebagai pendatang di Kota Madiun, Tyo tidak begitu paham dimana letak kantor BPJS Kesehatan setempat.

“Sangat terbantu sekali ya, karena saya juga tidak tahu kantor BPJS Kesehatan dimana. Kebetulan tadi melihat mobil layanan BPJS Kesehatan, awalnya sekedar mencari informasi dan dijelaskan terkait layanan PRAKTIS itu. Jadi dengan program ini, praktis ngurusnya, PRAKTIS nama layanannya,” tutup Tyo.(ar/tk)


File :