Jauhari : Kalau Bukan Berkat Pemerintah, Lalu Siapa Lagi?

Penulis : Humas Dibaca : 343 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 24 Dec 2019 12:17:00

Cikarang, Jamkesnews - Sebagai salah satu komitmen negara untuk dapat menjamin kesehatan seluruh penduduk Indonesia, Pemerintah menjalankan program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dan menunjuk BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara program tersebut. Melalui Program JKN-KIS tersebut, masyarakat diberikan kemudahan akses untuk mendapati pelayanan kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan.

Dengan adanya kemudahan tersebut, banyak sekali masyarakat yang langsung mendaftarkan dirinya menjadi peserta JKN-KIS, salah satunya adalah Jahari. Beruntung bagi jahari yang langsung didaftarkan ole Pemerintah menjadi peserta JKN-KIS ke dalam segmen peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI).

“Alhamdulillah saya, istri, dan kedua anak saya mendapatkan kartu JKN-KIS dari pemerintah. Biaya kesehatan semakin lama semakin mahal. Kalau tidak dibantu pemerintah seperti ini, akan sulit bagi kami mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujar Jahari penuh syukur, Kamis (19/12).

Kepada tim Jamkesnews, dirinya tak henti-hentinya berterima kasih dengan adanya Program JKN-KIS yang menjamin proses pengobatan para pesertanya. Dirinya menyoroti bawha semakin meningkatnya tarif biaya pelayanan kesehatan, saat ini juga terjadi pergeseran pola penyakit dari infeksi ringan ke penyakit kronis seperti diabetes, jantung dan kerusakan organ ginjal hingga sakit yang harus mendapatkan pelayanan hemodialisa secara kontinu. Hal ini tentu saja akan berpengaruh pada aspek sosial dan ekonomi masyarakat.

“Sebelum ada JKN-KIS, kalau sakit yang ringan-ringan, masih bisa sembuh dengan minum obat warung atau puskesmas. Tapi kalau sudah yang aneh-aneh dan lebih kompleks, kan kita tidak tahu akan menghabiskan biaya berapa. Orang lain bisa jual rumah, jual mobil, kami bisa jual apa? Tidak ada yang bisa dijual,” lanjut Jahari.

Di tengah kondisinya yang hanya mengharapkan dari penghasilan yang tidak menentu, Jauhari berharap kepada Pemerintah akan terus memerhatikan masyarakat kurang mampu untuk diberikan jaminan kesehatan. Karena, dengan adanya jaminan kesehatan bagi masyarakat kurang mapu, dirinya mengakui bahwabeban kehidupan yang ditanggung akan berkurang, karena beberapa aspek kehidupan sudah dibiayai dan di jamin oleh Pemerintah.

“Saya sangat berharap pemerintah terus membantu masyarakat seperti kami. Saya juga ingin program ini terus berjalan dan semakin baik lagi kedepannya. Kalau tidak ada JKN-KIS, kami mana mampu memiliki asuransi kesehatan yang lain,” tjar Jahari penuh harap.

Memiliki asuransi kesehatan minimal satu, mungkin tidak masalah untuk sebagian orang. Tapi untuk Jahari dan peserta lainnya yang tidak memiliki penghasilan lebih, mereka hanya bisa bergantung pada program Pemerintah, lewat Program JKN-KIS ini. Program ini ada dengan prinsip gotong royong, peserta yang sehat membantu peserta yang sakit dengan iuran yang rutin dibayarkannya. (HK/nf)


File :