Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Ajak Langsung Download Mobile JKN

Penulis : Humas Dibaca : 438 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 06 Jan 2020 08:23:59

Jakarta Utara, Jamkesnews – Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan Wahyuddin Bagenda, didampingi oleh Deputi Direksi Bidang SPKTI dan OTI melakukan peninjauan di BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Utara dan melakukan interaksi langsung kepada peserta JKN-KIS yang menunggu antrian, Kamis (02/01). Hal tersebut menyusul diberlakukannya penyesuaian iuran terhadap peserta JKN-KIS berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2019, BPJS Kesehatan melaksanakan peninjauan langsung terhadap proses pelayanan terhadap peserta di kantor cabang.

“Saya tanyakan kepada peserta terkait pelayanan apa yang mereka butuhkan di kantor cabang, dan juga tentang harapan peserta terhadap layanan tersebut. Peserta juga kami tanyakan bagaimana pendapatnya terkait penyesuaian iuran Program JKN-KIS yang berlaku mulai tanggal 1 Januari 2020,” ungkap Wahyuddin.

Loket yang dikunjungi oleh Wahyuddin dan Deputi Direksi Bidang SPKTI dan OTI diantaranya loket Fast Track, loket Perubahan Data dan Cetak Kartu (PDCK) dan loket Pemberian Informasi dan Pengaduan Peserta (PIPP). Ia melakukan interaksi langsung dengan peserta dan menanyakan kepada peserta terkait pelayanan yang dibutuhkan, kualitas layanan yang diterima serta menanyakan harapan peserta terhadap layanan tersebut. Tak cukup sampai disitu, Wahyuddin juga meminta pendapat peserta terkait penyesuaian iuran Program JKN-KIS

“Saya kesini mau melakukan pendaftaran ulang dari pegawai swasta jadi peserta mandiri yang bayar iuran sendiri, karena sudah berhenti bekerja. Sekalian mau mendaftarkan anak saya yang belum terdaftar,” cerita salah satu peserta Ani kepada Wahyuddin.

Ani juga mengungkapkan terkait penyesuaian iuran yang berlaku per tanggal 1 Januari 2020, ia dasarnya setuju asalkan diiringi dengan peningkatan kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan bagi peserta. Menurut Ani, dengan adanya penyesuaian iuran tidak akan membebani dan merugikan peserta.

Menurut pantauan tim Jamkesnews, Ani dan peserta lainnya yang datang ke kantor BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Utara ini untuk melakukan perubahan kelas rawat sebagai dampak dari terbitnya Perpres Nomor 75 Tahun 2019, melakukan pendaftaran bagi anggota keluarga yang belum terdaftar, mengubah jenis kepesertaan, mencetak kartu dan mengecek status kepesertaan.

“Himbauan kepada peserta adalah mengunduh aplikasi Mobile JKN pada smartphone masing-masing. Langsung kita tunjukan cara mengakses Mobile JKN dan mendorong peserta untuk mengunduh dan menggunakan aplikasi tersebut untuk memenuhi kebutuhan layanan peserta seperti pengecekan status kepesertaan, jumlah tagihan iuran, riwayat pelayanan kesehatan, prosedur pindah fasilitas kesehatan dan banyak fitur lainnya,” ujar Wahyuddin.

Wahyuddin memberi penekanan pada peserta bahwa Mobile JKN merupakan aplikasi resmi BPJS Kesehatan yang dihadirkan dalam upaya memudahkan peserta untuk mendapatkan informasi dan melakukan perubahan data tanpa harus datang ke Kantor Cabang BPJS Kesehatan.(rg)


File :