Untuk Kepuasan Peserta JKN-KIS, RS Pelni Terapkan Bed Management Dan Antrean Online

Penulis : Humas Dibaca : 609 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 08 Jan 2020 15:42:51

Jakarta, Jamkesnews - Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), Rumah Sakit Pelayanan Nasional Indonesia (Pelni) telah menerapkan berbagai inovasi yang berbasis teknologi informasi. Berdasarkan hasil penelusuran tim Jamkesnews pada hari Selasa (07/01), inovasi yang dijalankan telah membuat RS Pelni mendapatkan tingkat kepuasan peserta mencapai 95% dengan tetap mengedepankan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan.

Wakil Kepala Rumah Sakit Pelni, Zachrudin Habie mengatakan ada beberapa jenis inovasi yang telah diimplementasikan antara lain penerapan antrian berbasis Electronic Health Record (e-HC), optimalisasi anjungan pendaftaran mandiri, pemanfaatan Chatbot @Rusni melalui telegram, dan implementasi Bed Management bagi peserta rawat inap. Selain itu, dalam hal pelaporan penagihan klaim telah menggunakan sistem Case Mix yang dapat meminimalisir terjadinya Fraud dan kekurangan kelengkapan dalam penagihan klaim.

“Dalam sehari, antrean untuk datang ke rumah sakit mencapai 1.500 – 1.700 pasien untuk rawat jalan, dan antara 100- 150 pasien untuk rawat inap. Karena itu kami meminta poliklinik untuk memulai pelayanan dari jam 7 pagi. Tentunya kami juga menerapkan e-HC atau istilah lain e-Medical Record dimana catatan medis telah dicatat secara digital sehingga bisa mengurangi antrean dengan cepat. Lalu, bagi peserta yang ingin mencetak Surat Eligibilitas Peserta (SEP) dan telah terdaftar sebelumnya di RS Pelni bisa menggunakan anjungan pendaftaran mandiri, dan Chatbot @Rusni dapat diakses pasien di aplikasi telegram dimana pasien juga dapat mencetak SEP dan membuat janji konsultasi. Catatan untuk Chatbot saat ini masih terbatas untuk pasien dengan KTP Jakarta saja, tapi ke depannya kami akan terus berkoordinasi dengan Dukcapil untuk menjangkau seluruh Indonesia,” Ujar Zachrudin Habie. 

Zachrudin menambahkan, RS Pelni juga menerapkan sistem Bed Management guna memberikan kepastian kepada pasien yang memerlukan kamar perawatan. Dengan sistem ini, informasi tentang ketersediaan kamar rawat inap akan ditampilkan dalam display yang ada di loket pendaftaran dan di samping ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) sehingga dapat diakses oleh seluruh pasien. Sistem ini bersifat real-time sehingga perubahan informasi akan langsung terupdate tidak hanya pada display tapi juga tersambung langsung ke aplikasi P-Care BPJS Kesehatan.

“Prinsip kami adalah transparansi, dimana kami berusaha meminimalkan potensi penyalahgunaan hak pasien di rumah sakit kami dengan sistem Bed Management. Sistem ini juga akan memberitahukan kepada keluarga pasien rawat inap ketika pasien tersebut sudah dinyatakan bisa pulang, dimana 1 x 24 jam sebelumnya akan diinformasikan lewat sms kepada keluarga pasien mengenai hal itu. Sehingga, keluarga pasien mendapatkan kepastian jadwal kepulangan pasien serta bisa menyiapkan keperluannya dengan baik,” lanjut Zachrudin.

Zachrudin juga mengatakan, peserta juga dapat melihat ketersediaan kamar tidur dari warna-warna tempat tidur yang tersedia di display. Warna hijau menandakan tempat tidur tersebut tersedia bagi pasien yang baru akan masuk, warna merah berarti kamar terisi, warna kuning menandakan kamar dipesan, warna ungu berarti kamar persiapan pulang dan warna hijau dengan tanda silang menandakan kamar rusak.

Selain inovasi mengenai display tempat tidur, RS Pelni juga memiliki tim Case Mix yang bertugas untuk melakukan pemberkasan agar proses penagihan ke BPJS Kesehatan dapat berjalan dengan lancar.

Case Mix merupakan unit khusus yang terdiri dari berbagai unit kerja di rumah sakit seperti keuangan, penagihan, rekam medis, dokter dan staf khusus yang tugasnya melakukan pemberkasan dan verifikasi berkas untuk ditagihkan kepada BPJS Kesehatan. Proses berkas dalam tim Case Mix menggunakan konsep one piece flow yaitu aliran berkas harus satu jalan. Jika terjadi hambatan atau kekurangan pada berkas, berkas akan berhenti di unit terkait dan kekurangan tersebut dapat langsung diperbaiki sehingga proses penagihan ke BPJS Kesehatan pun dapat berjalan dengan lancar karena berkas yang ditagihkan sudah lengkap dan benar,” ungkap Zachrudin.

Semua inovasi yang telah dijalankan menjadi bukti komitmen RS Pelni untuk menghadirkan pelayanan yang berkualitas dan mudah diakses oleh peserta demi mendukung dan menyukseskan program JKN-KIS.[]


File :