Direksi BPJS Kesehatan Tinjau Penerapan Sistem Antrean Online Melalui Mobile JKN Di FKTP Padang

Penulis : Humas Dibaca : 773 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 12 Feb 2020 09:38:46

Padang, JAMKESNEWS – Direktur Penjaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Maya A. Rusady bersama tim BPJS Kesehatan meninjau langsung penerapan sistem antrean online bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) melalui aplikasi Mobile JKN di Klinik Annisa Medical Centre, Kota Padang pada Jumat (7/2) pagi.

 

Dalam tinjauannya tersebut, Kandidat Doktor Program Ilmu Kesehatan Masyarakat Univertas Indonesia ini berkomunikasi secara langsung dengan beberapa pasien JKN-KIS yang sedang menunggu giliran pemeriksaan.

 

Salah satunya Ernita (61), dengan antrean nomor A19 yang diambilnya dari Mobile JKN di telepon pintarnya. Pada Maya, Ernita yang juga peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) BPJS Kesehatan ini mengaku sangat terbantu dengan adanya aplikasi Mobile JKN.

 

“Sangat membantu (aplikasi Mobile JKN, -red), saya menggunakannya terus kalau mau ke sini. Saya ikut program rujuk balik di sini. Saya ikut kegiatan Prolanis terus, tidak pernah absen,” ujar peserta Prolanis yang harus berjuang mengelola hipertensi sejak beberapa tahun lalu ini.

 

Tak sampai di situ, Maya dan timnya juga mengedukasi kepada pasien peserta JKN-KIS lain yang belum memanfaatkan kemudahan antrean online dari Mobile JKN. Jika kedapatan belum mengunduh aplikasi Mobile JKN, Maya beserta timnya dengan sigap langsung memandu pasien peserta JKN-KIS untuk mengunduh, mendaftar lalu masuk dalam aplikasi Mobile JKN di gawai pintarnya masing-masing.

 

Menurut Maya, penggunaan aplikasi Mobile JKN membuat pasien tidak perlu antre terlalu lama karena cukup mendaftar lewat aplikasi kemudian sudah muncul nomor antrean, peserta bisa memperkirakan jam berapa harus datang ke fasilitas kesehatan.

 

“Sebelumnya kan peserta harus menunggu dalam waktu yang tidak bisa diprediksi untuk layanan medis setelah daftar administrasi. Ini yang menjadi perhatian bagi kami, karena kepastian layanan ini dampaknya adalah kepuasan dari peserta, itu yang jadi salah satu fokus utama kami,” ujar Maya.

 

Ahli Asuransi Kesehatan ini berharap, dengan adanya kemudahan pendaftaran antrean di fasilitas kesehatan melalui Mobile JKN ini, kepuasan peserta dapat meningkat. BPJS Kesehatan memproyeksikan tahun 2020 merupakan tahun pelayanan dan kepuasan peserta JKN-KIS, sehingga pengembangan demi pengembangan akan terus digalakkan untuk proyeksi tersebut.

 

Ditemui di tempat yang sama, Pimpinan Anisa Medical Centre, dr. Alfikri menilai bahwa aplikasi yang diinisiasi dan dikembangkan oleh BPJS Kesehatan tersebut sangat memudahkan pasien bukan hanya tentang antrean online saja.

 

"Aplikasinya komplit. Selain ambil nomor antrean, juga bisa cek tagihan, ada lagi kartu digital di sana. Dalam sehari jumlah pasien di klinik kami mencapai 200 orang, semoga kepuasan di klinik kami meningkat dengan adanya sistem antrean online ini, tidak perlu menunggu lama, dari hape semua bisa," ungkapnya.

 

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Jamkesnews, terdapat 612 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Kedeputian Wilayah Sumbagteng-Jambi yang telah menerapkan antrean online melalui aplikasi mobile JKN.

 

Di antara 11 Kantor Cabang BPJS Kesehatan di Kedeputian Wilayah Sumbagteng-Jambi, BPJS Kesehatan Cabang Padang menjadi cabang yang paling banyak mengimplementasikan sistem antrean tersebut dengan total 105 FKTP.

 

Selain di FKTP, antrean online melalui Mobile JKN juga akan segera diterapkan di rumah sakit mitra BPJS Kesehatan di wilayah kerja Cabang Padang. Pengembangan ini merupakan satu dari tiga kesepakatan antara BPJS Kesehatan dan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) pertengahan November 2019 lalu.

 

Tidak hanya berhenti di antrean online, rumah sakit juga harus memiliki display informasi ketersediaan tempat tidur untuk perawatan dan komitmen memastikan kemudahan pasien gagal ginjal kronis mendapatkan kemudahan layanan cuci darah menggunakan mesin finger print tanpa perlu membawa surat rujukan dari FKTP.


File :