Farida Senang, Biaya Berobat Seumur Hidup Terjamin JKN-KIS

Penulis : Humas Dibaca : 494 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 21 Aug 2020 07:14:00

Tulungagung, Jamkesnews - Tidak mudah menanggung biaya pengobatan untuk penyakit yang memerlukan perawatan seumur hidup tanpa memiliki jaminan kesehatan. Seperti diakui Farida (45), salah satu peserta Jaminan Kesehatan Indonesia - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) penderita Diabetes Melitus (DM) tipe 2. Menurutnya, dirinya akan kesulitan untuk berobat tanpa adanya JKN-KIS.

“Ada JKN tentu sangat membantu, saya sangat senang, sangat mendukung. Susah kalau tidak ada JKN. Berterimakasih sekali sama Pemerintah, pengobatan saya dimudahkan,” ucapnya.

Penyakit yang diketahuinya sekitar tahun 2017 ini mengharuskan Farida rajin berobat. Tentu memerlukan biaya apabila dirinya tidak memiliki JKN-KIS. Apalagi sudah 2 tahun ini Farida harus berjuang sendiri menghidupi kedua anaknya karena suaminya meninggal akibat penyakit jantung.

“Saya tetap aktif berobat untuk menjaga (kondisi kesehatan, -red). Olahraga sama diet sendiri, dan mengatur pola makan,” ujar warga Kabupaten Tulungagung ini.

Kini Farida aktif sebagai anggota Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) BPJS Kesehatan. Farida mengaku mendapatkan banyak manfaat, selain adanya cek kesehatan rutin, dirinya juga mendapatkan banyak ilmu untuk menjaga kesehatannya.

“Banyak sekali yang saya dapatkan selama menjadi anggota Prolanis. Dulu tidak tahu apa-apa, sekarang alhamdulillah, kan ada penyampaian materi dari dokter, jadi tambah ilmu, dan ilmu itu bisa kita terapkan,” pungkasnya.

Farida merasa senang mendapatkan fasilitas tersebut, walaupun dirinya sakit namun tetap semangat untuk sehat. Menurutnya, sehat itu mahal, sehingga lebih baik mencegah daripada mengobati. 

“Senang sekali difasilitasi, terbantu, walaupun punya sakit tetap semangat. Sehat itu mahal, lebih baik mencegah daripada mengobati,” kata Farida.

Melihat dari pengalaman tetangganya yang menghabiskan uang jutaan rupiah untuk berobat, Farida menyarankan kepada masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS agar segera mendaftar. Ketika suatu saat nanti sakit tidak perlu memusingkan biaya.

“Sayang kalau belum daftar (JKN-KIS,-red), fasilitas yang segini, gratis, kalau sewaktu-waktu sakit tidak perlu mengeluarkan uang, dan pastinya kita bisa menjaga kesehatan kita. Ada tetangga yang sakit jual ini itu, tidak mau daftar JKN karena menganggap pelayanannya tidak sebagus bayar sendiri. Saya membantah, karena pengalaman saya pelayanannya bagus, suami saya waktu opname tidak dipersulit. Saya mengalami sendiri,” tegasnya.

Farida berharap masyarakat bisa memahami prinsip gotong royong, dan berharap Program JKN-KIS bisa memberikan pelayanan yang lebih baik.

“Saya berharap masyarakat paham, kalau kita tidak sakit anggap saja kita menolong orang lain yang sakit, kan pahala. Gantian, kan sewaktu kita sakit dibiayai orang banyak. Sehat ini mahal sekali. Semoga kedepannya Program JKN-KIS jauh lebih bagus dan baik, dan masyarakat Indonesia tambah sehat. Terima kasih kepada Pemerintah,” ungkapnya.(ar/ck)


File :