Aqil, Penderita Leukimia Terbantu dengan Menjadi Peserta JKN-KIS

Penulis : Humas Dibaca : 205 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 09 Oct 2020 10:31:19

 

Sijunjung, Jamkesnews - Menjadi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) merupakan suatu hal yang sangat disyukuri oleh pasangan suami istri Riki Putra Adoha (37) dan Sari Indriyani (39) warga Jorong Guguk Tinggi Kenagarian Padang Sibusuk Kecamatan Kupitan Kabupaten Sijunjung. Dimana salah seorang anaknya bernama Aqil Putra Adoha (6) menderita penyakit Leukimia dan harus menjalani kemoterapi di salah satu Rumah Sakit di Kota Padang. Keluarganya mengaku sangat terbantu dengan adanya Program JKN-KIS yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan tersebut.

 

Sari Indriyani yang merupakan Ibunda Aqil menceritakan pengalaman anaknya ketika sakit, saat anak bungsunya tersebut pada bulan Februari 2020 dinyatakan mengidap penyakit Leukimia oleh Dokter yang menanginya saat itu. Namun terbentur dengan biaya pengobatan yang mesti dilakukan dan ia sempat putus asa. Bahkan saat itu tubuh kecil Aqil mulai mengurus karena tidak mau makan dikarenakan menahan sakit ditubuhnya.

 

Kondisi Aqil tersebut makin parah. Dokter di RSUD Sijunjung menginformasikan kepada Sari bahwa anaknya tersebut memerlukan pengobatan yang tidak sebentar, perlu waktu lama dan berkelanjutan.

 

Hari berganti hari, pasangan suami istri tersebut mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk pengobatan Aqil. Sehingga, akhirnya memutuskan mendaftarkan keluarganya untuk menjadi peserta JKN-KIS. Ia pun segera mendaftar dengan melengkapi persyaratan yang diperlukan. “Pada waktu itu, yang saya pikirkan adalah pengobatan anak saya yang lama dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sesuai dengan prosedur yang ada, saya coba menggunakan kartu JKN-KIS,’’ ungkapnya kepada tim Jamkesnews, Selasa (06/10).

 

Sejak memakai kartu JKN KIS tersebut, pengobatan kemoterapi yang rutin dijalani oleh Aqil tidak dipungut biaya sedikitpun. Pihak keluarga sangat bersyukur dengan menjadi peserta JKN-KIS. Ia pun berharap agar masyarakat menyadari bahwa pentingnya perlindungan jaminan kesehatan untuk seluruh anggota keluarga.

 

“Kami sangat terbantu dengan menjadi peserta JKN-KIS, karena jika tidak menjadi peserta, kami akan mengeluarkan biaya sebesar Rp 2,4 Juta setiap bulannya. Belum termasuk biaya ongkos pengobatan anak kami,” ujarnya.

 

Selain itu, dia menilai sejauh ini tidak pernah kesulitan dalam memproses administrasi kepersertaan JKN-KIS untuk penyembuhan penyakit asal peserta memahami alur dan tata cara sesuai prosedur yang telah ditetapkan. "Awalnya sempat putus asa karena biaya penyembuhan mahal, tapi setelah menjadi peserta JKN-KIS kondisi anak saya sekarang berangsur sehat dan bisa berkumpul dengan keluarga seperti kehidupan normal. Saya sangat berterima kasih kepada peserta lainnya yang membayar iuran secara rutin, kami merasa sangat terbantu," ungkapnya.


File :