JKN-KIS Penyelamat Tadius Jalani perawatan Stroke di Rumah Sakit

Penulis : Humas Dibaca : 165 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 10 Oct 2020 08:25:00

Jailolo, Jamkesnews – Kesehatan adalah anugrah paling mahal yang kita dapatkan. Maka dari itu semua orang berusaha untuk menjaga kondisi pada tubuh mereka, mulai dari makanan, pola tidur, istirahat, olah raga dan lain-lain. Hal itu diungkapkan Tadius Pomok (87) salah satu peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang beralamat di Desa Kedi Kecamatan Loloda Kabupaten Halmahera Barat.

Tadius yang merupakan pensiunan PNS ini menyadari, meskipun usia sudah tidak muda lagi tetapi ia harus tetap  semangat untuk rutin ke Rumah Sakit mengontrol kondisi tubuhnya. Semenjak ia terkena stroke 3 tahun lalu, ia tidak bisa melakukan kegiatan rutin sepertia biasa seperti saat masih sehat.

“Awalnya mulut saya tidak bisa digerakkan, kepala pusing seperti kehilangan keseimbangan kemudian tiba-tiba tak sadarkan diri. Keluarga membawa saya ke IGD RSUD Jailolo. Setelah dicek ternyata terkena stroke sehingga harus diopname. Keluargapun mulai panik dan sempat khawatir memikirkan biaya, tapi ternyata seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh JKN-KIS asal sesuai dengan prosedur yang berlaku,” cerita Tadius.

Setelah dirawat seminggu, keadaannya kian membaik sehingga diizinkan untuk pulang dari Rumah Sakit dengan catatan tetap melakukan kontrol rutin rawat jalan seminggu sekali.

Tadius mengaku sangat beruntung karena dengan adanya Program JKN-KIS ini semua biaya waktu dirwat inapa maupun kontrol rutin semua dijamin JKN KIS. Menurutnya pelayanan yang ia dapatkan di rumah sakit sudah baik. Ia tidak pernah merasa dipersulit oleh Rumah Sakit dalam hal pelayanan maupun administrasinya.

“Puji Tuhan selama saya dirawat, saya dilayani dengan baik, tidak ada disuruh beli obat diluar atau disuruh bayar lagi. JKN menjadi penyelamat saya dalam menjalani musibah sakit ini,” ucapnya.

Tadius pun berharap bagi masyarakat yang belum terdaftar JKN KIS untuk segera mendaftarkan dirinya ke dalam Program JKN KIS.  Selain dirinya yang sudah terdaftar sebagai peserta JKN, istrinya juga sudah terdaftar.

“Pemerintah sudah membuat program yang sangat bagus, manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat, ngoni yang belum daftar cepat-cepat daftar dalam Program JKN KIS. Jangan tunggu sakit baru mau daftar karena risiko penyakit bisa datang sewaktu–waktu,” tutupnya.


File :