Atin Lega Pengobatan Patah Tulang Anaknya Dijamin Oleh JKN-KIS

Penulis : Humas Dibaca : 837 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 06 Jan 2021 08:57:51

 

Cimahi, Jamkesnews - Pengalaman pahit sempat dirasakan Atin Supriyatin (49) saat mengetahui sang anak, M. Ilman Fauzi (15) mengalami patah tulang di pergelangan tangannya. Kejadian ini sangat membuat dirinya terpukul lantaran Ilman, panggilan sang anak, sampai harus terbaring di meja operasi.

 

“Kejadiannya dua tahun lalu, tepatnya November 2018. Anak saya jatuh dari sepedanya terus pergelangan tangannya patah. Pikiran saya langsung tidak tenang. Saat itu saya segera bawa dia ke rumah sakit dan ternyata sampai di sana harus dilakukan tindakan operasi,” terangnya (29/12).

 

Dikatakan Atin, kejadian saat itu begitu cepat. Ia tak sempat berpikir untuk menyiapkan segala berkas maupun sekedar biaya untuk keperluan perawatan anaknya. Hanya berbekal kartu Jaminan Kesehatan Nasional- Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) milik anaknya, Atin mantapkan hati untuk langsung membawa Ilman ke rumah sakit.

 

“Yang di pikiran saya saat itu memang yang paling penting adalah penanganan anak saya dan membawa kartu BPJS itu saja. Perkara harus ada biaya lagi dan lain sebagainya, saya akan pikirkan setelahnya bersama suami. Yang penting tangan anak saya lekas ditangani dan dia tidak mengeluh sakit lagi,” ujarnya.

 

Diceritakan Atin, saat itu kondisi tangan anaknya sudah mengalami bengkak dan memar. Ia tak kuasa menahan sedih sembari menenangkan Ilman yang sepanjang jalan hanya menangis lantaran menahan sakit. RSUD Cibabat Kota Cimahi menjadi tempat Ilman menjalani perawatan pertama. Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) tersebut dipilih lantaran lokasinya yang relatif dekat dengan tempat tinggal Atin selain karena kebutuhan perawatan yang mendesak.

 

“Sampai di rumah sakit langsung dibawa ke IGD (Instalasi Gawat Darurat). Di sana langsung ditangani dan diperiksa oleh dokter yang jaga. Kemudian suruh nunggu hasil rontgen hari itu dan alhamdulillah kondisi anak saya sudah lebih baik karena cepat menerima penanganan,” ungkapnya.

 

Selang beberapa bulan dari kejadian, kondisi tangan Ilman sudah jauh lebih baik. Atin melanjutkan, jika anak bungsunya tersebut sudah diperbolehkan melepas pen tulang yang membalut tangannya. Pelepasan pen tersebut dilakukan di RS, hingga sampai beberapa bulan kemudian Ilman masih harus rutin kontrol di rumah sakit yang sama.

 

“Alhamdulillah, perawatan sejak operasi saat itu berjalan lancar. Tiap kali kontrol perkembangannya terus membaik kata dokter. Sekitar tiga bulanan anak saya lepas pen dan semua tidak ada biaya tambahan karena saya pakai BPJS,” bebernya.

 

Lebih lanjut, Atin mengungkapkan rasa puasnya selama menggunakan layanan JKN-KIS di rumah sakit. Ia tak menemukan bentuk kesulitan yang terkadang sering ia dengar dari kebanyakan orang. Ia bersyukur sejak awal operasi hingga masa kontrol segala biayanya telah ditanggung Program JKN-KIS.

 

“Dari yang awal dulu operasi terus sampai sembuh total itu semua gratis. Saya dan suami kan jujur saja tidak ada persiapan karena ini juga musibah. Belum lagi pas dokter bilang Ilman harus operasi rasanya tidak sanggup kalau harus cari biaya. Semua ini pertolongan Allah, saya bersyukur sekali. Kami juga lega karena sudah menjadi peserta Program JKN-KIS sejak lama,” pungkasnya menutup cerita. (BS/dh)


 


File :