Orang Tua Penyintas Hydrocephalus Bersyukur Ada JKN-KIS

Penulis : Humas Dibaca : 555 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 08 Jan 2021 08:50:36

Bojonegoro, JAMKESNEWS – Hydrocephalus adalah merupakan kondisi dimana karakteristik utamanya adalah akumulasi cairan yang berlebihan dalam otak. Cerebrospinal fluid (CSF) adalah cairan bening yang mengelilingi otak dan sumsum tulang (spinal cord). Akumulasi yang berlebihan dari CSF berakibat pada pelebaran yang abnormal dari ruang-ruang dalam otak yang disebut ventricles. Pelebaran ini menciptakan tekanan yang berpotensi membahyakan pada jaringan-jaringan otak.

 

Sarwasmi Priyastiwi (55) adalah seorang ibu dengan tiga orang anak, warga Desa Bakung Kanor Kabupaten Bojonegoro. Andikan Benny Prakosa (32), anak pertama dari Sarwasmi mengalami hydrocephalus sejak lahir.  Namun nahas, pada bulan Juni 2018 lalu Benny mengalami kecelakaan pada saat mengendarai sepeda motor. Sehingga Benny dilarikan ke RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro dan menjalani perawatan rawat inap dengan diagnosa dari dokter Cidera Otak Berat (COB) disertai dengan Congenital Hydrocephalus.

 

“Kecelakaan lalu lintas tunggal yang dialami anak saya ini mengakibatkan trauma dikepala dan trauma ini sedikit dipicu mengingat anak saya mempunyai riwayat hydrocephalus bawaan sehingga recovery pemulihan pastinya sedikit agak lebih lama,” ujar Wanita berprofesi sebagai bidan tinggal dipada saat dikunjungi di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo saat itu.

 

Namun kini Benny telah diperbolehkan pulang untuk rawat jalan. Semakin hari kondisi Benny semakin membaik dan semakin pulih. Sarwasmi merasa sangat bersyukur dengan adanya Program JKN-KIS dari Pemerintah yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Sebab keseluruhan biaya obat dan selama perawatan di RS tidak ada iur biaya yang ditambahkan oleh Sarwasmi.

 

“Kalau diminta saya ingin anak saya sehat agar iuran anak saya bisa dipakai orang lain yang membutuhkan, namun apa daya Allah berkehendak lain dengan memberikan saya ujian ini. Saya dan anak saya telah merasakan manfaat dari JKN itu sendiri," ujarnya

 

Sarwasmi bersyukur dirinya beserta keluarga telah mendapatkan jaminan kesehatan sebagai peserta program JKN-KIS. Ia pun sempat menyampaikan rasa terima kasihnya ketika mengetahui bahwa biaya perawatan anaknya adalah hasil kontribusi seluruh masyarakat Indonesia.

 

"Semoga dengan pengalaman saya ini bisa semakin banyak Peserta JKN – KIS yang sadar akan pentingnya membayar iuran tiap bulan. Walaupun mereka belum pernah memanfaatkannya pada fasilitas kesehatan, akan tetapi menjadi lebih bermakna dan bermanfaat karena mereka ikut membantu, ikut menggotong biaya Peserta JKN-KIS lainnya,” tutup Sarwasmi siang itu. (wr)


File :