Berjuang Melawan Kanker, Ratusan Juta Dijamin JKN-KIS Seluruhnya

Penulis : Humas Dibaca : 454 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 10 Jan 2021 00:00:00

 

Gunungtua, Jamkesnews - Ade, warga Kecamatan Gunungtua, Kabupaten Padang Lawas Utara menceritakan bagaimana program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) telah memberikan manfaat yang sangat besar dalam menyelamatkan suaminya yang menderita kanker lambung. Ade mengaku dirinya dan keluarga sempat menyerah mengobati suaminya setelah mengetahui biaya operasi kanker yang begitu mahal, sebelum akhirnya memutuskan berobat menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

 

Bermula dari Ade yang memperhatikan suaminya sering mengeluh sakit di bagian perut. Berharap mendapatkan hasil yang optimal, mereka pun memutuskan untuk langsung berobat ke salah satu rumah sakit di Kota Medan.

 

“Dokter rumah sakit di Medan hanya memberitahu suami saya sakitnya di lambung. Tapi kami tidak puas, saya curiga sakit lambung saja kok sampai seperti ini. Pengobatannya juga tidak membuahkan hasil. Akhirnya kami sepakat untuk berobat ke Penang, tentu semuanya pakai biaya sendiri,” kata Ade, Selasa (29/12).

 

Setibanya di Penang, Ade dan suami justru mendapatkan informasi yang sangat mengejutkan. Setelah melewati serangkaian pemeriksaan dokter mengatakan suaminya menderita kanker lambung dan harus segera dioperasi. Tidak cukup sampai disitu, Ade kembali dikejutkan dengan perkiraan biaya operasi kanker lambung di Penang yang apabila dikonversikan mencapai 484 juta rupiah. Biaya tersebut belum termasuk obat-obatan perawatan pasca operasi.

 

Karena ketiadaan biaya Ade dan suami pulang ke rumah di Gunungtua untuk melanjutkan pengobatan dan perawatan di Indonesia. Dari pengalaman Ade terungkap, Penyakit ini jarang menimbulkan gejala yang spesifik, padahal pasien sebenarnya sedang berjuang diantara hidup dan mati, apalagi kanker sudah memasuki stadium akhir.

 

Akhirnya atas saran dari keluarga, suami Ade mencoba berobat menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS). JKN-KIS memang bukan hal yang baru bagi keluarga Ade. Apalagi Ade sudah menjadi peserta sejak PT Askes (Persero) belum bertransformasi menjadi BPJS Kesehatan.

 

“Sempat saya ragu, masa sih operasi ratusan juta ditanggung. Alhamdulillah, penanganannya cepat. Suami saya dari Gunungtua langsung dirujuk ke Medan. Tanggal 30 September 2019 suami saya menjalani operasi bedah di RSUP H. Adam Malik. Bulan Januari 2020 lanjut kemoterapi di RS Murni Teguh. Full, semuanya ditanggung BPJS Kesehatan. Setelah itu tidak ada keluhan lagi, suami saya berangsur membaik,” ungkap Ade.

 

Ade pun mengingatkan agar jangan pernah ragu berobat menggunakan JKN-KIS. Ia bahkan tidak pernah membayangkan bagaimana harus mencari uang ratusan juta untuk operasi. Ade tak henti–hentinya menyampaikan rasa syukur serta terima kasihnya atas kehadiran program JKN-KIS. (fz)


File :