JKN-KIS Jadi Harapan Imam untuk Sembuh

Penulis : Humas Dibaca : 317 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 24 Jan 2021 07:16:00

Tegal, Jamkesnews - Imam Nur Sa’ban (22) merasa sangat dekat dengan JKN-KIS semenjak vonis dokter pada Mei 2020 lalu. Ia divonis mengidap kanker anus yang tidak bisa dianggap ringan, karena penyakitnya itu telah mencapai stadium 4.

Mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Semarang yang akrab disapa Imam itu adalah peserta JKN-KIS dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) di kelas 3. Imam telah menjadi peserta JKN-KIS sejak November 2018 dan kini hidupnya sangat bergantung pada jaminan kesehatan ini.

“Dulu saya periksa setiap kali merasa kesakitan di bagian anus, tapi waktu itu hanya dibilang ambeien. Hingga akhirnya saya merasa sangat lemas dan tidak bisa makan lalu dilarikan ke IGD Rumah Sakit Mitra Keluarga Tegal, sampai disana dokter lalu merujuk ke Rumah Sakit Kariadi Semarang untuk pemeriksaan lebih lanjut ke spesialis kanker dan tumor. Barulah diketahui ternyata saya mengidap kanker anus sudah stadium 4,“ papar Imam, Jumat (08/01).

Hingga saat ini Imam sudah menjalani dua belas kali kemoterapi. Namun proses kemoterapi yang panjang tersebut ternyata tidak merubah kondisi kesehatan Imam. Lalu dokter berencana untuk melakukan tindakan operasi pengangkatan tumor ganas tersebut. Sebelum menjalani operasi tersebut Imam harus menerima tindakan laser setiap minggunya.

Sebuah proses panjang ini tentunya tidak akan terlaksana jika Imam tidak memanfaatkan kepesertaan JKN-KIS yang dimilikinya. Imam menyadari betul biaya pengobatan penyakitnya ini pasti sangat besar.

“Kalau setiap kemoterapi atau tindakan laser ini harus menggunakan jalur umum rasanya orang tua saya tidak sanggup untuk membiayai seluruh pengobatannya. Bersyukur sekali JKN-KIS dapat menjamin penyakit yang saya alami. Paling tidak ini sungguh meringankan prosesnya. Karena pengobatan kanker bukan hanya butuh biaya besar tetapi juga mental dan jiwa yang besar. Dari sini saya merasa bahwa JKN-KIS hadir untuk semua rakyat Indonesia,“ lanjut Imam.

Tak hentinya Imam memuji program andalan pemerintah ini, besar harapannya JKN-KIS tidak lagi dipandang sebelah mata, karena jaminan kesehatan nasional ini dapat menjangkau masyarakat dari semua lapisan masyarakat. Mungkin tadinya istilah asuransi hanya bisa dimiliki oleh orang-orang menengah ke atas, namun sekarang semua orang bisa mengenal dan menikmatinya. (ma/dp)


File :