Bersyukur Istri Sehat Tertolong JKN-KIS, Anang: Bayar Iuran Terus Seumur Hidup Tidak Apa-Apa

Penulis : Humas Dibaca : 283 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 23 Jan 2021 07:09:00

Tulungagung, Jamkesnews – Sudah 4 tahun Anang Suharto (53) menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), Anang mengaku sangat puas dengan pelayanan kesehatan yang didapatkan. JKN-KIS telah membantu keluarganya, ketika sang istri harus dioperasi dengan biaya besar.

“Saya ikut BPJS Kesehatan sejak 4 tahun yang lalu. Selama ini menurut saya BPJS memuaskan sekali. Sangat membantu keluarga saya untuk operasi yang berbiaya besar,” ucap warga Dusun Mayangan Desa Srikaton Kabupaten Tulungagung ini.

Anang bercerita tentang riwayat pelayanan kesehatan istrinya, Sutinah, yang telah 2 kali menjalani operasi menggunakan JKN-KIS. Pada  di tahun 2018, Sutinah menjalani operasi perbaikan tulang belakang. Operasi kedua, Sutinah mengalami peradangan sendi di daerah panggul sebelah kanan, sehingga di tahun 2020 Sutinah harus menjalani operasi kembali.

“Bu Sutinah itu tahu sakit, dokter langsung menyarankan untuk tindakan operasi. Tahun 2020 itu di panggul sebelah kanan, dipotong tulangnya, dipasang platina. Sendinya rusak, ya diganti. Sebelumnya di tahun 2018 juga pernah operasi tulang belakang,” pungkasnya.

Anang memperkirakan biaya yang akan dikeluarkan apabila tidak menggunakan JKN-KIS akan bisa mencapai puluhan juta rupiah. Sebelumnya dia sudah merencanakan menjual mobil apabila tidak menggunakan JKN-KIS.

“Operasi yang pertama itu mungkin sekitar Rp 70juta sampai dengan Rp 75juta. Kalau operasi yang kedua mungkin sekitar Rp 40juta atau Rp 50juta. Seandainya kemarin nggak pakai BPJS ya pasti jual mobil, rencana begitu awalnya,” ujar Anang sambil tertawa kecil.

Bersyukur kini kondisi istrinya telah sehat. Bapak yang sudah memiliki 1 cucu ini, mengaku meskipun sudah sehat dan tidak sakit, dirinya tetap akan membayar iuran JKN-KIS secara rutin. Sebab menurutnya sakit itu pasti, kalau tidak bisa menggunakan JKN-KIS akan kesulitan secara biaya.

“Alhamdulillah sudah sehat semua sekarang, tetapi kan nggak tahu nanti. Yang jelas sakit itu pasti, entah kapan nggak tahu, apalagi kerjaan saya tidak tetap. Seperti sekarang ini, misal saya seenaknya sendiri, setelah operasi nggak bayar iuran, apa nggak keluar biaya banyak nanti kalau sakit. Kalau nggak ada BPJS yang bantu nggak tau apa yang terjadi. Awal daftar nggak ada kepikiran kalau akan sakit. Saya pengennya sehat terus, lebih baik saya bayar terus daripada memanfaatkan BPJS, membantu orang lain yang sakit. Bayar iuran terus seumur hidup tidak apa-apa,” jelasnya.

Terakhir, Anang mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah, dengan adanya BPJS Kesehatan bisa menolong keluarganya terutama Istrinya yang telah mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik.

“Saya sangat berterima kasih pada Pemerintah atas adanya BPJS ini, karena sangat membantu saya, menolong nyawa. Saya merasa nyaman, tenang, jadi biar sakit kalau nggak mikir biaya itu sangat membantu. Istri saya dilayani dengan baik sekali. Saya terima kasih sekali sama dokter yang sudah menyelamatkan istri saya. Nggak ada bedanya antara BPJS dengan umum. Awalnya saya juga berpikir kalau BPJS pelayanannya tidak baik, ternyata tidak, saya sudah merasakan sendiri,” tutup Anang.(ar/ck)


File :