Sumadi: JKN-KIS Penyelamat Hidup Operasi Dislokasi Bahu

Penulis : Humas Dibaca : 189 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 24 Feb 2021 08:41:35

 

Jombang, Jamkesnews - Sehat itu murah, tapi menjadi mahal ketika sehat telah berubah menjadi sakit dan bisa menimpa seseorang kapan saja. Sumadi (51) merupakan peserta dari segmen pekerja bukan penerima upah (PBPU), merasa bersyukur sekali telah memanfaatkan kartu JKN-KIS. Awalnya ia tersengat aliran listrik penangkap tikus pada waktu di sawah. Ia merasakan ada yang lepas dari tulang lengan bagian atas. Ia merasa kaget ternyata tulang bahunya lepas.

 

“Dengan di bantu keluarga, saya di larikan ke IGD Rumah Sakit Islam Jombang. Alhamdulillah kartu JKN-KIS selalu saya bawa dan proses administrasipun mudah. Tenaga medis dengan cepat langsung menangani saya. Dari hasil visum dokter spesialis orthopedi yaitu adanya diskolasi bahu dan harus tindakan operasi. Tak terbayangkan dengan biaya Operasi yang sangat mahal,” ungkap Sumadi.

 

Dislokasi bahu adalah kondisi saat bonggol tulang lengan bagian atas terlepas dari sendi bahu. Sendi bahu merupakan sendi yang paling mudah mengalami dislokasi, karena dapat digerakkan ke berbagai arah dan rongga pada sendi ini adalah rongga yang dangkal.

 

“Alhamdulillah, Operasi berjalan lancar tanpa kendala, semua tindakan operasi maupun rawat inap ditanggung sepenuhnya oleh JKN-KIS dan tidak ada perbedaan antara pasien umum dan BPJS. Tidak bisa dibayangkan jika sampai saat ini tidak mendaftar JKN-KIS dan saya harus mengeluarkan biaya sendiri, mungkin saya sudah menjual rumah untuk operasi ini,“ ungkapnya

 

Bapak yang kesehariannya sebagai perangkat desa ini mengapresiasi pelayanan yang didapatnya selama satu minggu. Menurutnya, fasilitas yang diterimanya tak ada beda dengan pasien umum: ruangan kamar yang bersih, tenaga medis kesehatan yang ramah dan pelayanan yang baik.

 

“Kondisi saya berangsur semakin membaik dan di diperbolehkan pulang, namun harus menjalani fisiotherapi secara berkala. Ia sangat bersyukur telah menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dan merupakan  penyelamat menjalani pengobatan saya yang berbiaya mahal,” tutur Sumadi.

 

Dari pengalaman yang sudah memanfatkan JKN-KIS, saya mengajak seluruh masyarakat terutama di desa saya untuk mendaftarkan diri di Program JKN-KIS ini. Ia juga menghimbau peserta untuk selalu tepat waktu dalam membayar iurannya agar suatu saat kalau sakit, kartu bisa langsung digunakan.

 

“Saya dan keluarga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan yang telah menyelenggarakan Program JKN-KIS. Semoga program ini tetap berlangsung, karena banyak membantu masyarakat terutama bagi kalangan menengah ke bawah dan bisa tetap memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” tutupnya (ar/gy)


 


File :