Patonah Bersyukur Terhindar Dari Mahalnya Biaya Pengobatan Berkat JKN-KIS

Penulis : Humas Dibaca : 385 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 29 Mar 2021 07:59:52

Jakarta Selatan, Jamkesnews – Terhitung 7 tahun lamanya sejak pertama kali program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) hadir untuk masyarakat Indonesia, telah banyak mengukir kesan positif di hati masyarakat khususnya peserta JKN-KIS. Empat Patonah (56) menjadi salah satu dari sekian banyak peserta merasa telah banyak terbantu sejak kehadiran program yang diselenggarakan BPJS Kesehatan ini.

Ditemui di sela-sela kesibukannya, wanita yang kerap disapa Patonah ini mengaku sangat kagum dengan Program JKN-KIS. Hal itu dikatakan Patonah bukan tanpa alasan melainkan pengalaman merasakan secara langsung manfaat dari program yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan ini. Dirinya terdaftar sebagai peserta JKN-KIS pada segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) kelas 1, menjadi tanggungan suami yang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Kami sekeluarga bersyukur sudah menjadi peserta Program JKN-KIS dari awal mula berdirinya BPJS Kesehatan, bahkan kami sudah jadi peserta jaminan kesehatan sejak era PT Askes, selama itu sudah berulang kali saya maupun suami dan anak menggunakan kepesertaan JKN-KIS kami untuk berobat, menurut saya peningkatan sistem pelayanan kesehatan program ini semakin membaik saat ditangani oleh BPJS Kesehatan,” ujar Ibu Rumah Tangga (IRT) 4 orang anak tersebut.

Selain itu, Patonah juga mengatakan bahwa sekarang ketika usianya sudah mulai menua, Program JKN-KIS lebih sering mendampinginya karena riwayat penyakit kronis yang mengharuskan ia rutin melakukan kontrol dan pengobatan setiap 1 bulan sekali sesuai saran dokter. Untungnya Patonah tak memusingkan biaya pengobatan rutin tersebut berkat status kepesertaan JKN-KIS dirinya yang aktif, oleh karena itu Patonah selalu menanamkan pentingnya program ini kepada anaknya.

“Kalau ditanya pengalaman saya punya banyak, mulai dari pernah dirawat karena sakit tipes selama seminggu di Rumah Sakit Marinir Cilandak, kemudian 4 anak saya waktu itu kena Demam Berdarah Dengue (DBD) juga dirawat, ditambah lagi sekarang saya rutin kontrol setiap bulannya, tidak akan cukup kalau bergantung dengan gaji suami untuk membayar semua biaya itu. Saya mengucapkan terima kasih banyak untuk BPJS Kesehatan karena telah menghindarkan kami sekeluarga dari pengobatan yang berbiaya mahal,” pungkas Patonah. (AS/dv)


File :