Didiagnosa Kanker Payudara, Perawatan Wanita Ini Ditanggung Penuh JKN - KIS

Penulis : Humas Dibaca : 191 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 27 Apr 2021 08:57:53

 

Surabaya, Jamkesnews –  Kanker payudara adalah kanker yang terbentuk di jaringan payudara akibat sel-sel pada jaringan yang ada di payudara tumbuh tidak terkendali dan mengambil alih jaringan payudara yang sehat dan sekitarnya. Kanker payudara seringkali sulit terdeteksi di tahap awal karena ukurannya yang kecil. Benjolan baru dapat teraba jika ukurannya cukup besar. Meski demikian, tidak semua benjolan di payudara berarti kanker.

 

Yuliani (47) warga Mulyorejo Selatan Kota Surabaya adalah salah satu peserta JKN – KIS dari segmen peserta mandiri perorangan kelas 2. Ia mulai merasakan tanda atau gejala penyakit kanker payudara sejak tahun 2016. Gejala sakit pertama yang ia rasakan diantaranya adanya perubahan pada ukuran, bentuk dan tampilan payudara. Terjadinya pengelupasan kulit disekitar payudara serta rasa sakit yang menjalar sampai dibawah ketiak lengan sebelah kanan.

 

“Saya merasakan rawat jalan hanya sebentar setelah di rujuk ke RSUA, saya akan kembali dirujuk dan diminta memilih diantara dua rumah sakit, Rs dr. Soetomo Surabaya atau RSU Haji Sukolilo. Karena keluarga memilih ke RS Haji, dimulailah perawatan medis hingga akhirnya operasi kanker payudara disana,” ujar Yuliani.

 

Pada saat itu Yuliani menjalani rawat inap selama 5 hari, kemudian dilanjutkan dengan kemotherapi sebanyak enam kali pasca operasi. Namun setelah ia menjalani kemotherapi kedua, Yuliani kembali masuk rumah sakit karena kondisinya menjadi tidak stabil. Sampai hari ini, setiap satu bulan sekali ia rutin terus memeriksakan kesehatannya di RSU Haji Surabaya dan setiap tahunnya harus melakukan cek darah lengkap.

 

“Pada saat rawat jalan perbulan, saya mendapatkan obat satu paket selama satu bulan penuh. Mengenai cek darah saya lakukan setiap tahun pada bulan sepuluh setiap tahunnya,” ungkap Yuliani.

 

Yuliani pun mengakui telah banyak terbantu dengan menjadi peserta program JKN – KIS. Program ini sangat meringankan beban ketika menderita penyakit seperti yang dialaminya. Manfaatnya pun tak sebanding dengan iuran yang dibayarkan setiap bulan.

 

“Saya sendiri telah mengalami hal ini dan bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat luas. Mari menjadi peserta JKN-KIS. Tak dapat saya bayangkan jika semua pembiayaan pengobatan keseluruhan, harus saya bayar dengan menggunakan uang pribadi,” tegasnya.

 

Sebagai seorang istri dari suami yang bekerja sebagai security salah satu perumahan di Surabaya, Yuliani ingin menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah terutama BPJS Kesehatan yang telah setia mengawal jaminan kesehatan untuk ia dan keluarganya. Karena tanpa program JKN – KIS akan sulit bagi dirinya untuk membiayai perawatannya.

 

“Satu hal lagi hal positif yang saya alami. Selama saya menjalani perawatan, tidak ada perbedaan layanan sama sekali, saya dilayani dengan sangat baik, sampai – sampai dokter dan beberapa tenaga medis disana sudah saya anggap sebagai keluarga sendiri,” tutup Yuliani. (ar/ws)


File :