JKN-KIS Setia Dampingi Perjuangan Suami Muhasih untuk Sembuh

Penulis : Humas Dibaca : 157 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 28 Apr 2021 09:14:57

 

Jakarta Pusat, Jamkesnews – Muhasih merupakan salah satu peserta yang hingga kini masih memanfaatkan program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sebagai jaminan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Meski bukan dirinya yang secara langsung mendapatkan manfaat ini, dirinya merasa bersyukur karena dengan hadirnya program yang diselenggarakan BPJS kesehatan itu  dapat membantu suaminya yang hingga kini melakukan pengobatan dan berangsur membaik dari penyakit stroke.

 

“Kurang lebih dua tahun lalu, suami saya tiba-tiba terjatuh. Kami panik dan sama sekali tidak menduga kalo bapak (sang suami) menderita stroke,” jelas Mauhasih mengawali ceritanya kepada Tim Jamkesnews, Kamis (22/04).

 

Hanya bermodalkan Kartu Indonesia Sehat (KIS), suaminya pun dapat ditangani tanpa harus dibebankan dengan biaya perawatan yang dapat menguras keadaan ekonominya pada saat itu. Meski hanya terdaftar sebagai peserta JKn-KIS segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) DKI Jakarta, namun hal tersebut sudah membuatnya merasa sangat tertolong.

 

“Kami memang sudah lumayan lama punya kartu ini, sekeluarga lengkap terdaftar. Tapi tidak pernah menggunakan, jadi sama sekali tidak punya pengalaman. Saat kejadian bapak ini, kami belajar dan bersyukur bahwa kartu ini sangat penting,” ungkapnya dengan menunjukan KIS miliknya.

 

Sebelum kejadian ini, Muhasih memang sering mendengar beberapa cerita dari kerabat sekitarnya bahwa untuk memanfaatkan Program JKN sangat sulit, mulai dari proses yang panjang hingga terkadang ada isu adanya iur biaya. Namun hal tersebut terbantahkan setelah ia memanfaatkan program ini secara langsung.

 

“Awalnya mungkin saya sempat berburuk sangka, kalo menggunakan BPJS Kesehatan untuk berobat pasti akan sulit, nyatanya tidak sama sekali. Buktinya hingga saat ini saya tidak pernah dibebankan biaya untuk pengobatan bapak,” tambahnya.

 

Muhasih menyadari bahwa peserta JKN-KIS yang sehat telah menjadi bagian dalam proses kesembuhan suaminya. Ia berharap ketika suaminya sudah sehat nanti maka dapat menjadi bagian dari peserta yang berkontribusi terhadap peserta yang sakit.

 

“Dengan terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, bukan berarti kita seenaknya terhadap kesehatan diri kita. Justru kita harus semakin terpacu. Karena dengan kita sehat, kita bisa berbagi dengan orang lain melalui program ini,” tutupnya. (WB/rr)


File :