JKN-KIS Temani Proses Kelahiran Anak Pertama Icha

Penulis : Humas Dibaca : 177 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 02 May 2021 06:17:00

Muna Barat, Jamkesnews – Kelahiran buah hati merupakan suatu momen yang sangat dinantikan oleh banyak orang tua, terlebih lagi jika momen kelahiran yang ditunggu merupakan kelahiran anak pertama. Cicha Nirmalaningsih Sarjan (27) yang akrab disapa Icha, merupakan salah satu peserta program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau biasa dikenal dengan peserta mandiri. Ia menceritakan bagaimana kisahnya merasakan perasaan campur aduk saat kelahiran buah hati pertamanya beberapa bulan lalu bersama kartu JKN-KIS. 

“Alhamdulillah, saya melahirkan anak pertama saya di Puskesmas Tiworo Kepulauan (Tikep). Saya memang rutin memeriksa kandungan di Puskesmas itu. Jadi saya selalu rutin untuk memastikan kepesertaan saya selalu aktif agar dapat dilayani saat ke Puskesmas,” ungkapnya kepada Jamkesnews, Jumat (16/04).

Ia merasa pelayanan yang didapatkan di Puskesmas tak jauh beda dengan di rumah sakit. Terlebih ia tidak mengeluarkan biaya sepeserpun. Ia pun mengungkapkan selama menggunakan kartu JKN-KIS selalu mudah, selama mengikuti prosedurnya. Seperti saat ia melakukan ultrasonografi (USG) di rumah sakit.

“Pelayanan selama beberapa hari di puskesmas sangat baik, semua petugasnya ramah dan tak membeda-bedakan pasien. Dan yang disyukuri, tidak ada biaya yang kami keluarkan. Saat memasuki usia kandungan enam bulan saya melakukan USG, karena keterbatasan alat sehingga saya dirujuk ke Rumah Sakit Muna Barat. Saya hanya ikuti prosedurnya, diberikan rujukan, USG pun berjalan lancar,” ucapnya,” ucapnya.

Akhir pembicaraan, ia menyampaikan sangat bersyukur menjadi peserta JKN-KIS terbukti telah memudahkan dan membantu kelahiran anaknya, ia pun mengaku telah mengajak sanak saudaranya untuk memastikan diri mereka terdaftar dalam Program JKN-KIS.

“Saya sangat bersyukur jadi peserta JKN-KIS ini, karena telah memudahkan dan membantu kelahiran anak pertama saya. Sanak saudara saya pun telah saya edukasi agar mereka memastikan diri mereka terdaftar dalam Program JKN-KIS, jangan nanti sakit baru panik,” tuturnya (mf).


File :