Hasna Sembuh dari Gejala Usus Buntu dengan JKN-KIS

Penulis : Humas Dibaca : 431 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 07 May 2021 10:41:44

Limapuluh Kota, Jamkesnews - Nur Hasanah yang disapa akrab Hasna merupakan salah satu mahasiswa dari Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Gadis 22 tahun itu juga merupakan anggota JKN-KIS, yang bertempat tinggal di Jorong Koto Puji, Nagari Taeh Baruah, Kecamatan Payakumbuh.


Dia menceritakan pengalamannya dan apa yang dirasakannya sejak menjadi anggota JKN-KIS untuk keperluan berobat dan urusan lainnya di rumah sakit.


“Iya saya sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS dari awal, karena memang saya membutuhkan kartu JKN-KIS untuk jaminan kesehatan saya, dan saya alhamdulillah sangat senang dan bersyukur sekali menjadi anggota dari JKN-KIS,” kata Hasna.


Dikatakannya, sudah beberapa kali merasakan manfaat dari peserta JKN-KIS. Apalagi semenjak Hasna didiagnosa sakit gejala usus buntu. Untuk keperluan berobat rutin dan pemeriksaan tanpa mengeluarkan biaya sepersenpun.


“Saya sangat bersyukur mempunyai kartu JKN-KIS ini, karena dengan adanya kartu ini saya bisa mengobati penyakit saya yaitu gejala usus buntu. Karena saya sering mengalami sakit perut, pada awalnya saya belum mengetahui kenapa saya sering sakit perut. Karena untuk biaya ke RS itu cukup mahal sehingga saya tidak memeriksanya ke dokter,” ucapnya.


Semenjak ikut sebagai peserta BPJS Kesehatan, barulah dirinya berobat langsung ke rumah sakit. Karena biaya berobat di tanggung kartu JKN-KIS. Hasna merasakan banyak kemudahan mempunyai kartu ini untuk keperluan berobat.


Selain itu peserta JKN-KIS ini juga memiliki manfaat tambahan, yaitu alat bantu kesehatan, seperti protesa alat gerak, alat bantu dengar, protesa gigi, korset tulang belakang, collarneck, kruk, dan kacamata. Setiap alat bantu kesehatan memiliki nilai dan ketentuan yang berbeda- beda.


Untuk kacamata sendiri, nilai bantu untuk peserta JKN-KIS kelas I adalah sebesar Rp300.000, kelas II adalah sebesar Rp200.000, dan PBI atau hak rawat kelas III adalah sebesar Rp150.000 dengan ketentuan, alat bantu ini dapat diberikan setiap 2 tahun sekali. Masih banyak manfaat lainnya seperti rawat inap.


Hasna merasa program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia umumnya untuk rakyat menengah kebawah. Hasna pribadi sangat terbantu dengan adanya Program JKN-KIS ini untuk membiayai pengobatan rutin yang harus dijalaninya hingga sembuh.


“Saya berharap program ini terus berjalan terus menerus dan menjadi semakin baik kedepannya. Selain itu juga saya inginnya seluruh rumah sakit di Indonesia menjadi mitra BPJS Kesehatan dan dapat melayani kami sebaik-baiknya. Bagi teman-teman yang memiliki kartu JKN-KIS jangan takut dengan pelayanan, karena pelayanan JKN-KIS sangat memuaskan peserta JKN-KIS, " ujar Hasna. 



File :