Dapat Manfaat Komprehensif, dr. Febri Ajak Masyarakat Kediri Segera Daftar BPJS

Penulis : Humas Dibaca : 360 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 18 Jun 2021 00:00:00

Kediri, Jamkesnews - BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara program Jaminan Kesehatan terus berupaya meningkatkan kepesertaan guna mewujudkan Universal Health Coverage (UHC). Melalui SK yang diterbitkan oleh Walikota dan Bupati, BPJS Kesehatan kukuh menjalankan perintah untuk mendaftarkan penduduk yang dibiayai oleh Pemerintah Daerah. Data BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kediri menunjukkan 89 persen penduduk Kediri telah terdaftar sebagai Peserta JKN-KIS.

Kepala Klinik Imam Bonjol Kediri Febrian Purwati Ningrum menyampaikan mayoritas pasien yang berkunjung ke kliniknya merupakan pasien JKN-KIS. Persentase pasien non JKN yang berkunjung ke Kliniknya diperkirakan tidak lebih dari 15 persen saja. Ia menilai peningkatan aksesibilitas peserta JKN terhadap layanan kesehatan terus meningkat pesat.

“Terus meningkat hingga saat ini mendominasi di Klinik kami. Hal ini merupakan hal positif karena peningkatan akses layanan kesehatan tentu diiringi dengan peningkatan kualitas hidup,” ungkap wanita yang akrab disapa Dokter Febri ini.

Senantiasa memberikan layanan kesehatan kepada Peserta, Febri mengajak warga yang mampu untuk mendaftarkan diri dan keluarga dalam Program JKN. Masyarakat yang mendaftarkan diri saat kondisinya sehat memiliki kontribusi yang besar dalam menjaga kesinambungan program asuransi sosial ini.

“Iuran yang dibayarkan saat sehat bermanfaat bagi orang lain yang membutuhkan layanan kesehatan. Kalaupun tidak berobat bukan berarti kepesertaannya tidak bermanfaat. Manfaatnya nyatanya adalah perasaan tenang karena kebutuhan kita telah terjamin,” ujar Febri.

Ditemui di lokasi prakteknya yang beralamat di Jalan Imam Bonjol Kediri, Febri meyakini kebanyakan peserta JKN yang berkunjung ke Kliniknya adalah pekerja, baik swasta maupun PNS. Ia menilai iuran JKN-KIS merupakan konsekuensi yang sangat murah bila dibandingkan dengan manfaat yang diterima oleh Peserta. Dengan iuran satu persen dari upah, kebutuhan layanan kesehatan secara komprehensif dapat diterima oleh peserta sewaktu-waktu dibutuhkan.

“Kami yang menyelenggarakan layanan kesehatan menyaksikan hal ini setiap hari, tentang bagaimana peserta JKN mendapatkan layanan tanpa menghawatirkan biaya. Peserta JKN bisa mendapatkan layanan kesehatan tanpa batasan tertentu kecuali kesembuhan itu sendiri. Mulai dari penyakit ringan hingga penyakit berat, mulai dari dokter umum hingga tindakan oleh dokter sub-spesialis, semua dijamin sesuai prosedur dan indikasi medis. Inilah yang disebut dengan layanan komprehensif,” ungkap Febri. (ar/sw)

File :