Julius Bersyukur Biaya Pengobatan Anaknya Rp500 Jutaan Ditanggung JKN-KIS

Penulis : Humas Dibaca : 383 Kategori : Berita Umum
Tanggal Posting : 07 Jan 2022 15:38:57

Tarakan, Jamkesnews – Ketika orang tua mengetahui buah hatinya terlahir dengan kondisi penyakit jantung bawaan, dapat dipastikan akan timbul banyak kekhawatiran yang memenuhi benak mereka. Akankah anak mereka dapat sembuh? Akankah mereka sanggup menanggung biaya pengobatannya selama perawatan di rumah sakit?

Lalu Julius (41) menceritakan pengalamannya 5 tahun silam, kala itu bayinya yang baru saja lahir didiagnosa menderita kelainan jantung bawaan.  

“Saat memasuki usia 6 hari baru diketahui ternyata anak saya menderita kelainan jantung bawaan. Kemudian usia 8 hari anak saya dirujuk ke Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita,” ungkapnya ketika ditemui tim Jamkesnews, Jumat (31/12).

Mahalnya biaya operasi jantung tidak menjadi hambatan Julius untuk biaya perawatan anaknya, karena ia dan bayinya telah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Ia mengaku selama perawatan anaknya, ia tidak mengeluarkan biaya sepeserpun. 

“Sebagai peserta JKN-KIS, saya sangat bersyukur dengan adanya program ini ketika harus dihadapkan dengan masalah biaya pelayanan kesehatan apalagi untuk tindakan-tindakan medis yang membutuhkan biaya besar. Biaya operasi jantung ini sangat mahal dan menjadi sesuatu yang mustahil dilakukan. Selama anak saya dirawat hampir satu bulan, saya tidak keluar biaya sepeser pun untuk biaya perawatannya di RS Harapan Kita Jakarta. Saya tidak bisa membayangkan jika saya bukan peserta JKN-KIS,” ujarnya.

Pegawai swasta yang juga anggota serikat buruh ini menuturkan, jika saat itu billing tagihan rumah sakit diketahuinya hampir mencapai sekitar Rp 500 jutaan selama satu bulan anaknya dirawat. Sempat terbesit dipikirannya, bagaimana caranya harus membayar tagihan sebesar itu jika tanpa JKN-KIS.

“Saya benar-benar merasakan sendiri manfaat program JKN-KIS ini. Tak bisa saya bayangkan bagaimana caranya harus membayar tagihan sebesar itu. Belum lagi memikirkan biaya kami selama tinggal di Jakarta. Saat itu tidak hanya anak saya, namun banyak sekali pasien yang ada di rumah sakit itu yang juga merupakan pasien dengan JKN-KIS. Kami bersyukur, pemerintah melalui JKN-KIS hadir menolong mereka yang lemah dan tidak berdaya karena penyakit dan membutuhkan biaya besar. Sungguh program ini benar-benar luar biasa manfaatnya,” lanjutnya.

Anak pertama, buah hatinya dan sang istri yang hadir setelah sembilan tahun pernikahannya tersebut ternyata harus dipangil menghadap Tuhan setelah hampir satu bulan dirawat di RS Harapan Kita. Julius mengaku juga bersyukur, pada masa itu dirinya mendapat banyak dukungan moril maupun materiil selama menjaga dan merawat anaknya di Jakarta.

“Puji Tuhan, saya mendapat banyak dukungan dari teman maupun perusahaan tempat saya bekerja. Karena saat itu saya benar-benar harus cuti bekerja selama lebih dari satu bulan untuk menjaga anak saya. Bersyukur juga pelayanan yang diberikan rumah sakit sangat baik, kami tidak pernah terlalu direpotkan masalah administrasi atau hal-hal lainnya dan semua paramedis di sana sangat tanggap”, ungkapnya.

Pada akhir pertemuannya dengan tim Jamkesnews, Julius mengungkapkan harapannya agar semakin banyak orang yang ikut menjadi peserta JKN-KIS dan berpartisipasi menyukseskan program ini. Ia juga berterimakasih kepada program JKN-KIS dan berharap seluruh peserta rutin bayar iuran JKN-KIS, Karena iuran yang kita bayarkan terbukti telah menolong diri kita dan sesama. (OM)


File :